Glamour Camping (Glamping) menjadi salah satu tempat bersantai yang asik di kawasan Borobudur Highland. Lokasi tepatnya berada di Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Atau jika diakses dari Yogyakarta, tempat ini berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Kulonprogo.

Staf Khusus Bidang Komunikasi Kemenpar Don Kardono mengatakan, Glamping de Loano merupakan destinasi baru yang dikonsep sebagai tempat camping, namun dengan sentuhan modern. Di tempat ini, pengunjung bisa bermalam dengan nyaman karena tersedia tenda ekskulif mirip cottage.

“Ada 11 tenda eksklusif yang disediakan bagi pengunjung. Satu tenda difungsikan sebagai mushola, dan 10 tenda lainnya digunakan untuk tempat menginap. Tenda inap sendiri masih terbagi atas 1 tenda VIP berkapasitas 4 orang, dan 9 tenda reguler masing-masing berkapasitas 6 orang,” ujarnya, Selasa (19/2).

Tempat ini juga dilengkapi tourism information center, toilet umum, dan berbagai spot foto menarik, serta bangku-bangku untuk duduk bersantai menikmati alam terbuka yang teduh. Jajaran pohon pinus yang menjulang tinggi, menjadi pemandangan lain yang sangat memikat. Di sini ada pula semacam pondok kayu yang menyediakan proyektor di ruangan terbuka, sehingga pengunjung bisa menonton film sambil lesehan dengan nyaman.

“Ini tempat yang keren dan sangat direkomendasikan untuk para wisatawan nomadic. Berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut, wisatawan dapat menikmati hutan pinus yang sejuk, suara serangga dan aneka satwa lain yang riuh, serta kabut perak di sore hari,” ungkapnya.

Glamping de Loano adalah destinasi wisata yang dikelola Perhutani, bekerjasama dengan Badan Otorita Borobudur (BOB), yang melibatkan sejumlah investor. Destinasi ini berada di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Loano, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan. Area yang ditempati yakni seluas 309 hektare.

Guna menambah atraksi dan keterlibatan masyarakat, BOB juga bekerjasama dengan GenPI Purworejo dan masyarakat Kecamatan Loana untuk menggelar Pasar Menoreh. Destinasi digital ini bisa dijangkau dengan berjalan kaki dalam waktu sekitar 15 menit dari area Glamping. Pasar Menoreh dijadikan sebagai salah satu aktivitas dari pengunjung Glamping.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, 4 tahun berturut turut pariwisata Indonesia jadi sektor prioritas. Itu bukti komitmen presiden. Semua bukan sekadar wacana, tetapi benar-benar dijalankan on the track. Semua diperhatikan. Akses menuju destinasi, point to point, dari satu titik ke titik lain. Semua tersambung dengan moda transportasi yang semakin kuat.

“Tumbuhnya sektor pariwisata Indonesia juga didorong tingginya minat masyarakat melakukan perjalanan wisata. Terutama oleh generasi milenial. Hasil survei dari Alvara Research Center menyebut, 1 dari 3 generasi melenial Indonesia melakukan wisata minimal sekali dalam setahun,” jelasnya.

Sumber: Genpi.co