Magelang – Indah Juanita Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) menghadiri simulasi protokol kesehatan sektor pariwisata, Selasa (16/6/2020). Simulasi itu guna persiapan pembukaan wisata dalam penerapan new normal. Simulasi yg di pimpin oleh Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Edy Setiono ini guna persiapan pembukaan sektor pariwisata saat penerapan new normal.

Kegiatan simulasi dihadiri oleh sejumlah instansi seperti Bupati Magelang selaku gugus tugas kabupaten Magelang, Camat Borobudur, Diparta Magelang, Kapolsek Magelang, Danramil Magelang, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Dirut CBT ( pengelola balkondes di kawasan Borobudur), BKB, Dinas Kesehatan Kab. Magelang.

Simulasi dimulai dari penyemprotan disinfektan pada kendaraan dan sistem drop off pengunjung bagi yang menggunakan mobil, pemakaian masker, kemudian pengunjung antre pada garis-garis kotak untuk cuci tangan di wastafel yang telah disiapkan, sebelum berjalan menuju loket pengunjung harus memasuki bilik disinfektan lalu berjalan menuju lokasi loket.

Sebelum sampai lokasi pembelian tiket, pengunjung akan dicek suhu tubuhnya. Bagi pengunjung dengan suhu dibawah 37,5 diberi stiker warna hijau, kemudian pengunjung dengan suhu di atas 37,5 sampai 37,8 diberi stiker warna kuning. Untuk pengunjung dengan suhu di atas 37,8 akan diberi stiker warna merah.

Disarankan untuk pembelian tiket, sebaiknya menggunakan e-money, jika pengunjung tidak memiliki e-money, pengunjung tetap bisa membayar dengan tunai.

Edi Setiono menuturkan, telah disiapkan dan harus diterapkan para pengunjung dalam pemberlakuan New Normal mulai dari tempat kedatangan hingga masuk ke Kawasan Candi Borobudur hingga ke pintu keluar, seperti penyemprotan cairan disinfektan, cuci tangan ataupun penggunaan handsinitizer , cek suhu tubuh dan terkait dengan social distancing maupun physical distancing, sesuai peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. “Kami berharap semua akan aman jika semua menerapkan hal yang sama, sesuai amanah dari Presiden , kita harus bersahabat, tidak panik dan paranoid terhadap virus Corona dengan menaati dan menyiapkan protokolnya, ujar Edy.

Terpenting katanya, pengunjung tahu tahapan protokol kesehatan yang diterapkan. Pihaknya juga menyediakan guide yang yang stanby untuk menemani pengunjung.

Pada tahap awal pembukaan, dimulai 10 hingga 15 persen pengunjung, yang artinya maksimal 1500 orang per hari dan dinaikan secara bertahap.

Selain mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh PT TWC, Indah Juanita menuturkan, agar dalam membuka lagi kawasan ini, juga harus diperhatikan lingkungannya. Agar juga dalam kondisi siap. Protokol kesehatan sangat mutlak diterapkan.
Dalam kondisi emergensi , juga harus diperhatikan penanganan pengunjungnya agar bisa teratasi dengan baik. “Bagaimanapun caranya, di lingkungan sektor pariwisata harus ikut siap dan sama-sama gerakkan protokol kesehatan”, ujarnya.