Press Release

NOTA KESEPAHAMAN ANTARA PERUSAHAAN UMUM (PERUM) KEHUTANAN NEGARA
DENGAN BADAN OTORITA BOROBUDUR TENTANG PEMANFAATAN JASA LINGKUNGAN WISATA ALAM DI ZONA OTORITA KAWASAN PARIWISATA BOROBUDUR

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Badan Pelaksana Otorita Borobudur dengan Perum Perhutani, tentang Pemanfaatan Jasa Lingkungan Wisata Alam di Zona Otorita Kawasan Pariwisata Borobudur.

Dalam penandatanganan Nota Kesepahaman ini, Badan Otorita Borobudur (BOB) diwakili oleh Direktur Utama Indah Juanita, dan Perum Perhutani diwakili oleh Direktur Utama Denaldy M. Mauna. Acara berlangsung pada hari Jumat 7 Desember 2018 di Gedung Sapta Pesona Lantai 16, disaksikan oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Penandatanganan MoU ini juga dihadiri oleh: Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata; Direksi Badan Otorita Borobudur; Asdep Regional II Kedeputian Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata; Ketua Tim Percepatan Nomadic Tourism; PIC Bromo Tengger Semeru dan Wakatobi dari Tim Percepatan 10 DPP; Pengelola Glamping Baliwoso; dan PT. Lima Tent.

Maksud ditandatanganinya MoU ini adalah sebagai langkah awal untuk melakukan kerja sama pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam di Zona Otorita Badan Otorita Borobudur. MoU ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun sejak ditandatangani dengan objek kerja sama Kawasan Hutan seluas + 259 ha yang terletak di RPH Loano, BKPH Purworejo, KPH Kedu Selatan Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah.

Langkah berikutnya bagi BOB dan Perhutani adalah melaksanakan Perjanjian Kerja Sama sehingga kegiatan riil di lapangan dapat dilaksanakan. Agenda utama BOB pada tahun 2019 adalah menghadirkan Glamorous Camping (Glamping) yang merupakan implementasi Nomadic Tourism. Sesuai arahan Menteri Pariwisata, Nomadic Tourism adalah solusi pengembangan amenitas yang relatif cepat, fleksibel, dan saat ini menjadi trend dunia.

Pengembangan zona otorita ke depan mencakup Penyediaan Jasa Wisata Alam dan Penyediaan Sarana Wisata Alam, yang akan diwujudkan dalam konsep cultural and adventure eco-tourism. Dalam pelaksanaannya, BOB mengelola zona otorita secara single destination single management.