Banjarnegara  – Panitia Dieng Culture Festival (DCF) 2019 menyiapkan camping ground atau kapling perkemahan untuk pengunjung yang tak kebagian homestay atau penginapan selama perhelatan akbar tahunan  yang berlangsung pada 2-4 Agustus 2019.

Koordinator Lapangan DCF 2019, Khoerul Anam, mengatakan, pihaknya berencana menyediakan camping ground di selatan kompleks Candi Arjuna yang dapat menampung sekitar 1.000 pengunjung. Pengunjung bisa hanya menyewa kapling, atau  kapling sekaligus tendanya.

“Kita antisipasi dengan camping ground, ada kita sediakan space   untuk 500 sampai 1.000 orang. Camping ground bisa menyewa kaplingnya,” katanya, Rabu (3/7).

Meskipun begitu, Dia mengakui hingga saat ini belum ada rapat khusus untuk persiapan pengadaan tenda dan persiapan kapling. Namun, seperti yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, harga sewa tenda berikut kaplingnya  Rp300.000 hingga Rp 350.000  untuk tiga hari. “Kalau kaplingnya sih belum kita rilis Mas,” ujarnya.

Selain untuk menampung pengunjung DCF yang tak mendapat penginapan, camping ground  merupakan paket ekonomis untuk menghemat pengeluaran biaya penginapan. Bagaimana tidak, penginapan membutuhkan  Rp1.000.000 hingga Rp 1,5 juta per kamar untuk tiga hari. Adapun pengeluaran untuk tenda hanya kisaran Rp350.000.

“Ada banyak di teman-teman. Di base camp Prau dan basecamp lainnya banyak persewaan tenda,” ucapnya.

Khoerul mengemukakan, penginapan di Desa Dieng Kulon yang merupakan pusat kegiatan DCF, tiap tahun memang selalu penuh. Bahkan, rumah warga yang bukan homestay pun disulap menjadi  tempat penginapan dadakan.

Bertambahnya pengunjung dari tahun ke tahun juga menyebabkan penginapan di desa tetangga, seperti Dieng Wetan, Dukuh, Banteng hingga Kepakisan penuh. “Memang banyak juga yang berminat dengan tenda,” katanya.

Meski kunjungan DCF 2018 mencapai 160.000 orang, akan tetapi tahun ini panitia hanya manargetkan jumlah pengunjung 100.000 orang dalam tiga hari.

sumber: Gatra.com