Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 6,4 triliun untuk menyelesaikan pengembangan infrastruktur empat destinasi pariwisata super-prioritas. Targetnya, empat lokasi itu – Danau Toba, Mandalika, Borobudur, dan Labuan Bajo – bakal mendatangkan sebanyak 4,5 juta wisatawan mancanegara (wisman).

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan pembangunannya harus selesai tahun 2020. “Kapan akan tercapai, kira-kira lima tahun dari sekarang, tapi infrastruktur dan utilitas kita bangun untuk menggapai itu,” kata Arief di Istana Negara, Senin (15/7).

Dia mengungkapkan anggaran Rp 6,4 triliun dalam Rancangan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (RAPBN) bakal mempercepat penyelesaian pembangunan pariwisata. Dia memperkirakan masing-masing empat destinasi pariwisata bakal dapat Rp 1,6 triliun dari bujet kementerian dan lembaga.

Arief memproyeksi Danau Toba bakal mendatangkan 1 juta turis asing, Borobudur 2 juta turis asing, Mandalika 1 juta turis asing, serta Labuan Bajo 500 ribu turis asing. “Borobudur sekarang masih 500 ribu, seperlima Angkor Wat. Yang kurang adalah akses transportasi jadi kami bangun bandara,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pembangunan pariwisata memang harus mencakup tiga hal, yaitu atraksi kelas dunia, akses transportasi, serta amenitas yang memadai. Sehingga, pariwisata membutuhkan kolaborasi dari semua pemangku kepentingan supaya pengembangannya lebih cepat.

Menurut Arief, empat destinasi pariwisata super prioritas adalah bagian dari 10 Bali Baru. Namun, pemerintah juga memiliki lima destinasi unggulan, yaitu Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara; Pangandaran, Jawa Barat; Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat; Tanjung Gunung, Pangkalan Baru, Bangka Tengah; dan Sungailiat, Bangka.

Sementara itu, masing-masing gubernur yang bertanggung jawab terhadap destinasi super-prioritas telah mengungkapkan kemajuan pembangunan pariwisata. Dalam Rapat Terbatas kemarin, hadir pula Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Gubernur NTB Zulkifliemansyah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat.

Edy mengemukakan, masalah pengembangan Danau Toba adalah infrastruktur yang sedang dalam pembenahan. Apalagi, ada tujuh kabupaten yang mengelilingi Danau Toba membuat kebijakan infrastruktur harus seimbang.

Dia juga mengungkapkan pengembangan paling penting adalah pola pikir para pekerja. “Kami akan mengubah SMK lebih dominan daripada SMA, sehingga melatih pelayan-pelayan para wisatawan,” ujar Edy.

Untuk Mandalika, Zulkifliemansyah menjelaskan, pembangunan sirkuit untuk MotoGP dan F1 bakal mulai pada Oktober 2019. Target pembangunan bakal selesai tahun 2020. Yang jelas, pembangunannya menggunakan desain jalan seperti di Singapura dan Monako.

Dia juga mengungkapkan pembukaan penerbangan internasional langsung dari Australia bakal mendatangkan banyak wisatawan mancanegara. Setelah membuka penerbangan dari Perth, rencananya ada pula penerbangan langsung dari Darwin, Melbourne, dan Sydney.

Ganjar menjelaskan bakal mengembangkan pariwisata berbasis olahraga di Borobudur seperti Borobudur Marathon dan Tour de Borobudur untuk mengundang kunjungan wisatawan tak hanya satu kali. Selain itu, dia juga menawarkan atraksi seni.

Untuk Labuan Bajo, Viktor berharap pembangunan pariwisata mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Apalagi, Labuan Bajo mengincar turis asing kelas premium dengan atraksi Pulau Komodo serta akomodasi tingkat dunia. “Pariwisata mampu mengatasi kemiskinan, lompatan ekonomi bisa eksponensial,” katanya.

sumber: katakata.co.id