Jogja-Dinas Perhubungan DIY menyiapkan trayek baru angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) menuju ke Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo. Trayek yang disahkan melalui keputusan (SK) Gubernur DIY itu diharapkan memancing minat swasta untuk menggarap layanan AKDP meuju ke YIA.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan DIY Sumaryoto menjelaskan penerbitan SK Gubernur DIY tentang Penambahan Trayek AKDP sebagai respons beroperasinya penerbangan di YIA. Adapun trayek baru menuju YIA tersebut secara umum berangkat dari wilayah timur DIY menuju ke kawasan YIA, antara lain trayek dari Pakem-Tempel-Nanggulan-Sentolo-YIA, trayek Jombor-Gamping-Wates-YIA, Trayek Malioboro-Tugu-Ngabean-Wates-YIA dan trayek Palbapang (Bantul)-Srandakan-YIA.

“Mengingat keberadaan bandara YIA yang akan beroperasi penuh, maka kami harus cepat merespons itu, sehingga diterbitkan SK Gubernur DIY tentang AKDP, kalau peraturan meneteri yang dulu akan ada angkutan pemandu roda dari bandara ke suatu wilayah tujuan. Saat ini dengan Permenhub yang baru sudah tidak ada lagi pemandu moda, adanya AKDP. Maka kami terbitkan SK Gubernur trayek AKDP untuk mewadahi akses menuju bandara,”katanya kepada Harian Jogja, Sabtu (11/1)

Ia menambahkan untuk saat ini di luar trayek baru tersebut sudah ada layanan angkutan dalam trayek menggunakan Bus Damri tetapi masih sangat terbatas dengan jumlah 12 unit untuk melayani darri wilayah perkotaan Jogja ke YIA.

Sumaryoto mengatakn seiring belum beroperasinya kereta bandara langsung ke YIA, sehingga AKDP yang terakses langsung ke YIA sangat dibutuhkan. Mendesaknya keberadaan layanan angkutan ini karena karakteristik YIA yang sangat berbeda dengan bandara Adisutjipto.

YIA tidak bisa diakses secara langsung oleh angkutan apapun, di sisi lain berbeda dengan Adisutjipto yang langsung berada di pinggir jalan besar dengan beragam model angkutan.

“Kalau sekarang baru dilayani oleh Damri yang dalam trayek, itu pun sangat terbatas sebanyak 12 unit, dari YIA ke Jogja. ini baru sebagian beroperasi, kalau semua penerbangan sudah dipindahkan ke YIA tentu butuh banyak. Kalau di Adisutjipto orang jalan kaki bisa sampai jalan raya lalu ada AKAP, AKDP Trans Jogja, Prameks, disana (YIA) praktis nanti belum ada kereta, tidak ada Trans Jogja,” ucapnya.

Saat ini, lanjutnya, layanan angkutan yang sudah tersedia adalah angkutan tidak dalam trayek yang sudah dilelang oleh pihak pengelola YIA. Hanya saja tarifnya tergolong mahal kisaran Rp 250.000 sekali perjalanan, berbeda dengan angkutan dalam trayek yang sudah dilayani oleh Damri hanya Rp 50.000 dari Kota Jogja ke YIA.

Sumaryoto berharap dengan dibukanya trayek baru tersebut bisa direspons oleh swasta untuk melihat potensi bisnis angkutan umum menuju YIA bisa digarap. Namun, jika tidak ada swasta yang tertarik untuk membuka jalur dalam trayek menuju YIA, Pemda DIY akan melakukan kajian leboh lanjut dalam upaya membuka layanan angkutan.

Pindah Maret

PT Angkasa Pura I akan memindahkan penerbangan dari Bandara Internasional Adisutjipto ke YIA pada 29 Maret. Pemindahan akan dilakukan sekaligus untuk semua maskapai penerbangan.

Pelaksanaan Tugas Sementara General Manager PT Angkasa Pura I Bandara YIA Agus Pandu Purnama mengatakan, ada sebanyak 75 penerbangan (150 pergerakan pesawat) rute internasional dari Adisutjipto ke YIA. Ke depannya, YIA akan beroperasi selama 24jam penuh setiap harinya.”Sebelumnya hanya beroperasi selama 12jam setiap harinya,”ujarnya.

Sedangkan, Bandara Adisutjipto akan beroperasi selama 12jam (06.00-18.00 WIB) dan hanya melayani 16 pergerakan pesawat propeler dan general aviation. Terminal yang akan digunakan untuk keberangkatan di Bandara Adisutjipto adalah Terminal B, sementara Terminal A akan digunakan untuk area kedatangan penumpang. Pandu menambahkan saat ini sudah terdapat delapan maskapai yang mengajukan slot sebanyak 96 penerbangan di YIA.

Sumber : Koran Harian Jogja, 13 Januari 2020