YOGYAKARTA – Badan Otorita Borobudur (BOB) mendukung 8 Destinasi Pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam program gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman) sebagai bentuk apresiasi terhadap para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak COVID-19.

Badan Otorita Borobudur (BOB) berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, Dinas Pariwisata Provinsi DIY dalam melaksanakan program Gerakan BISA diwujudkan dengan memberikan sejumlah bantuan berupa fasilitas posko kesehatan beserta kelengkapannya dan peralatan kebersihan antara lain sapu lidi, serok sampah, tempat sampah, dan lain-lain.

Bertempat di Kantor Badan Otorita Borobudur, kawasan Kotabaru, Kota Jogja (25/7), bantuan diserahkan langsung Direktur Utama BOB Indah Juanita kepada Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman dan Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunung Kidul dan disaksikan oleh Singgih Raharjo selaku Kepala Dinas Pariwisata Provinsi DIY. “Gerakan BISA dilakukan guna mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif paska pandemi Covid-19,” tutur Indah. Selain itu, ungkapnya, gerakan BISA bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan bahwa destinasi wisata DIY kembali aman untuk dikunjungi.

Gerakan BISA merupakan program padat karya dari Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) yang mengikutsertakan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan destinasi pariwisata untuk menyambut wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Pandemi Covid-19 tidak dapat dipungkiri memberikan efek besar pada seluruh rantai nilai pariwisata. Dipastikan tren pariwisata dunia pun berubah seiring isu kesehatan, kebersihan serta keamanan dan keselamatan menjadi pertimbangan utama bagi wisatawan. Maka penting bagi seluruh stakeholder pariwisata menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” papar wanita ramah berhijab ini.

Gerakan BISA di DIY tersebar di 8 titik destinasi pariwisata, yang terdiri dari Sungai Mudal, Pule Payung di Kabupaten Kulon Progo. Kabupaten Gunungkidul di Pantai Krakal, Telaga Jonge, Pantai Sepanjang, Geosite Ngringrong. Adapun di Kabupaten Sleman di Embung Senja dan Bukit Teletubies.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menambahkan dalam menjalankan program BISA, pihaknya menggandeng Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota dan memberdayakan pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang terdampak ekonominya selama pandemi. Kegiatan tersebut meliputi pengecatan, penanaman tanaman hias, penyediaan tempat sampah, serta alat kebersihan di destinasi.

“Pemerintah Provinsi DIY memang telah membuka sektor pariwisata secara bertahap dengan protokol kesehatan yang ketat. Pembukaan sektor pariwisata ini harus dilaksanakan dengan bertanggung jawab dan mengutamakan kesehatan, kebersihan, keselamatan dan keamanan,” tandas Singgih.

“Kedepan BOB juga berencana untuk berkolaborasi dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah untuk melaksanakan Gerakan BISA di Destinasi wisata Jawa Tengah khususnya sekitar Candi Borobudur,” tegas Dirut BOB.
Selain Gerakan BISA, lanjut Indah, BOB juga telah menyiapkan program pemulihan destinasi melalui kegiatan sosialisasi serta pendampingan protokol kesehatan era adaptasi kebiasaan baru sektor Parekraf. Kegiatan ini nantinya akan dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM melalui workshop dan pendampingan konten digital yang tujuannya untuk membangkitkan semangat optimisme bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Jateng-DIY.