Yogyakarta, 15 Februari 2026 – Ribuan umat Hindu memadati pelataran Candi Prambanan dalam balutan suasana khidmat malam Mahashivaratri, yang menjadi puncak sekaligus penutup megah Prambanan Shiva Festival 2026. Di bawah naungan candi megah tersebut, perayaan ini bukan sekadar ritual, melainkan ruang bagi edukasi, toleransi, dan penguatan identitas Hindu Nusantara.
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, yang hadir langsung di Lapangan Wisnu, menegaskan bahwa kekuatan pariwisata Indonesia kini melampaui keindahan alam. “Pariwisata kita tumbuh dari warisan budaya yang hidup. Kita merawat, menghormati, dan menghidupkan kembali tradisi ini sebagai identitas bangsa di mata dunia,” ujarnya saat membuka prosesi.
Bagi Ni Luh, Mahashivaratri adalah bukti nyata bahwa cagar budaya dan jalur spiritualitas dapat berjalan beriringan. “Ini adalah harmonisasi indah antara pelestarian sejarah dan narasi kebangsaan,” tambahnya.

Simbol Penyatuan Nusantara Malam suci ini terasa kian sakral dengan kehadiran 33 sulinggih (tokoh suci) yang memimpin prosesi penyatuan air suci dari sembilan candi berbeda. Air tersebut melambangkan penyatuan energi Nusantara, sekaligus menjadi simbol pembersihan jiwa secara kolektif.
“Momentum ini mengajak kita semua untuk merenung, menyucikan pikiran, dan mempererat persaudaraan tanpa sekat di episentrum spiritual ini,” ungkap Ni Luh Puspa. Bagi umat Hindu, perhelatan perdana di kawasan ini laksana momen “pulang ke rumah”, mengembalikan fungsi Prambanan sebagai Shivagrha sesuai hakikat pembangunannya ribuan tahun silam.
Malam Meditasi untuk Dunia Suasana magis menyelimuti lokasi saat 1.008 dipa (pelita) mulai dinyalakan. Suara dentuman damaru yang menggema di kegelapan malam mengiringi umat dalam meditasi mendalam. Cahaya pelita tersebut menjadi simbol persatuan doa untuk kedamaian dan kesejahteraan dunia (Jagadhita).

Direktur Destinasi Pariwisata BPOB, Neysa Amelia, bersama Direktur Keuangan, Umum, dan Komunikasi Publik BPOB, Yusuf Hartanto, turut memberikan apresiasi tinggi. Mereka menilai sinergi antara nilai spiritual dan manajemen acara yang tertib merupakan fondasi kuat bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan di masa depan.
Mahashivaratri di Prambanan tahun ini berhasil membuktikan bahwa di balik kemegahan batu candi, ada detak jantung spiritualitas yang terus berdenyut, mengundang dunia untuk datang dan merasakan kedamaian Nusantara.
Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Borobudur





