Surakarta, 15 Februari 2026– Grebeg Sudiro kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu mercusuar pariwisata nasional. Untuk ketiga kalinya, festival akulturasi Jawa-Tionghoa ini resmi terpilih masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata.

Terpilihnya Grebeg Sudiro melalui kurasi ketat di 38 provinsi ini menegaskan bahwa kawasan Sudiroprajan bukan sekadar titik geografis, melainkan simbol hidup harmoni lintas etnis di Kota Surakarta. Tahun ini, dengan tema “Heritage in Harmony”, festival ini siap bertransformasi dari agenda tahunan menjadi festival urban berkelas dunia.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB), Agustin Peranginangin, menyatakan bahwa Grebeg Sudiro adalah model ideal pariwisata berbasis masyarakat.

“Grebeg Sudiro 2026 bukan sekadar panggung perayaan, tapi motor ekonomi. Kami tidak hanya bicara soal parade budaya, tapi bagaimana UMKM lokal dan industri kreatif Surakarta bergerak nyata. Target kami jelas: berkontribusi pada pencapaian 1,1 miliar pergerakan wisatawan nusantara tahun ini,” ujar Agustin.

Rangkaian kegiatan tahun ini akan tetap mempertahankan ikon utamanya, yakni Kirab Gunungan yang memadukan hasil bumi dan kue keranjang, serta pertunjukan seni kontemporer. Namun, penguatan pada tata kelola event dan kurasi program kali ini dilakukan lebih struktur guna menarik minat 16–17 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia secara kolektif.

Grebeg Sudiro 2026 diharapkan menjadi bukti bahwa keberagaman yang dirawat sejak 2008 ini adalah komoditas pariwisata yang otentik dan memiliki daya saing global.

Divisi Komunikasi Publik

Badan Pelaksana Otorita Borobudur

By Published On: Minggu, 15 Februari 2026Views: 325

Share This Story, Choose Your Platform!