Yogyakarta, 1 Mei 2026 – Candi Sewu kembali menjadi ruang hidup bagi kebudayaan dan refleksi diri melalui penyelenggaraan Jantra Purnama, sebuah kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan hadirnya bulan purnama.
Berawal dari inisiatif komunitas, kegiatan ini kini direncanakan menjadi agenda rutin setiap siklus purnama, sebagai upaya berkelanjutan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah sekaligus menghadirkan ruang bagi masyarakat.
Jantra Purnama menjadi momentum untuk menghubungkan kembali manusia dengan akar sejarahnya. Dengan mengambil lokasi di kawasan candi, kegiatan ini mengandung pesan penting bahwa situs bersejarah bukan hanya peninggalan masa lalu, melainkan ruang hidup yang perlu dirawat, dipahami, dan dijaga jati dirinya. Melalui pendekatan yang inklusif dan reflektif, peserta diajak untuk mengenal lebih dalam nilai sejarah candi, sehingga warisan tersebut tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Rangkaian kegiatan Jantra Purnama dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang menyeluruh, baik secara fisik maupun batin. Salah satu bagian utama adalah Solah Bowo, sebuah sesi yang berfokus pada relaksasi tubuh dan pelepasan ketegangan, memberikan ruang bagi peserta untuk kembali menyadari keberadaan diri mereka secara utuh.
Selain itu, terdapat pula sesi meditasi yang dipandu, memungkinkan peserta untuk menyelaraskan pikiran dan perasaan dalam suasana yang tenang, diterangi cahaya bulan purnama yang syahdu. Dalam rangkaiannya, kegiatan ini juga menghadirkan sesi wellness sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran peserta.

Ketua komunitas penyelenggara, Pak Detik, menyampaikan bahwa Jantra Purnama tidak hanya bertujuan menghidupkan kembali nilai sejarah, tetapi juga menjadi ruang untuk menyuarakan pentingnya kesehatan mental.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka ruang aman bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental. Selain itu, kami juga menghadirkan sesi wellness sebagai bagian dari upaya merawat diri secara menyeluruh,” ujarnya.
Dengan menghadirkan perpaduan antara edukasi sejarah, praktik kesadaran diri, dan perhatian terhadap kesehatan mental, Jantra Purnama diharapkan menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat keterikatan masyarakat terhadap warisan budaya, tetapi juga membuka ruang baru untuk menemukan ketenangan di tengah kehidupan modern.
Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Borobudur
