Gunungkidul, 11 Juli 2026 – Kawasan Wisata Embung Nglanggeran, Gunungkidul, sukses menjadi pusat perhatian nasional berkat penyelenggaraan Geopark Night Specta (GNS) ke-8 yang disinergikan dengan Festival Cokelat ke-4 pada 10–11 Juli 2026. Mengusung semangat kolaborasi lintas sektor antara pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif, agenda tahunan ini kembali mengukuhkan posisinya dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026. Langkah ini memperkuat komitmen pemerintah dalam mengembangkan destinasi berbasis masyarakat (community-based tourism) yang berkelanjutan.

Penyelenggaraan Geopark Night Specta 2026 bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan sebuah strategi integratif untuk mempercepat perputaran roda ekonomi daerah. Melalui perpaduan pesona alam geologi dan kreativitas seni, festival ini terbukti mampu menarik ribuan wisatawan sekaligus memberikan panggung yang luas bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk memamerkan produk-produk unggulan mereka.

Komitmen Pelestarian dan Pemberdayaan Berkelanjutan

Pembukaan kegiatan ini diresmikan secara langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih. Dalam pidato pembukaannya, ia menegaskan bahwa konsistensi penyelenggaraan event ini merupakan bukti konkret dari komitmen Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam menjaga, memperkenalkan, sekaligus melestarikan kekayaan geologi yang luar biasa di kawasan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark.

“Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi untuk memperkenalkan potensi Gunung Sewu UNESCO Global Geopark, memperkenalkan Gunung Api Purba Nglanggeran, menjaga kelestarian biodiversity, serta mempromosikan produk unggulan masyarakat Nglanggeran. Melalui festival ini, diharapkan dukungan terhadap keberlanjutan Gunung Sewu Global Geopark semakin meningkat sekaligus mampu menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Endah Subekti Kuntariningsih.

Sebagai bentuk pengakuan atas kualitas dan dampak positif event ini terhadap pariwisata nasional, Kementerian Pariwisata melalui Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) menyerahkan Piagam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Penyerahan piagam dilakukan oleh Direktur Pemasaran BPOB, Harfiansa Bimatara.

“Apresiasi tertinggi kami berikan kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul atas konsistensi menjaga mutu Geopark Night Specta hingga kembali masuk dalam Kharisma Event Nusantara 2026. Sinergi ini membuktikan bahwa pengelolaan destinasi yang memadukan unsur edukasi konservasi alam dengan event kreatif berskala nasional mampu menjadi economic driver yang tangguh bagi masyarakat lokal di delapan kawasan otorita,” ungkap Harfiansa Bimatara di sela-sela acara.

Direktur Pemasaran BPOB Harfiansa Bimatara menyerahkan Piagam Kharisma Event Nusantara 2026

Hilirisasi Pertanian dan Inovasi Kopi Darling

Festival tahun ini juga mempertegas komitmen keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan petani lokal, khususnya pada komoditas kakao dan kopi. Sektor pertanian dan perkebunan dinilai menjadi pilar pendukung utama bagi rantai pasok industri pariwisata kuliner di Yogyakarta.

Sebagai langkah nyata memperluas penetrasi pasar, Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan inovasi bertajuk “Kopi Darling” (Kopi Roda Dua Keliling). Program ini dirancang sebagai strategi jemput bola untuk memasarkan kopi lokal langsung ke pusat-pusat keramaian wisatawan. Sebanyak 20 unit armada motor kopi diserahkan secara simbolis kepada kelompok tani dari tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Gunungkidul, Kulon Progo, dan Sleman.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY menyatakan bahwa integrasi agro-kreatif adalah kunci masa depan pariwisata berbasis kawasan.

“Inovasi Kopi Darling ini dihadirkan untuk memotong jalur distribusi tradisional, sehingga kelompok tani dapat merasakan margin keuntungan yang lebih optimal melalui skema direct selling di kawasan wisata. Kami ingin memastikan produk hilirisasi perkebunan Yogyakarta, baik kopi maupun cokelat fermentsi, memiliki daya saing tinggi dan menjadi suvenir wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Geopark,” jelasnya.

Selain peluncuran inovasi tersebut, panitia juga menyerahkan Piala Gubernur DIY sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para petani dalam menjaga kualitas komoditas mereka. Kelompok Tani Sidodadi dari Putat, Patuk, Gunungkidul berhasil menyabet Juara I Lomba Kebun Kakao. Sementara itu, Juara I Lomba Uji Mutu dan Cita Rasa Biji Kakao Fermentasi berhasil diraih oleh Kelompok Tani Ngudi Raharjo 2 dari Bunder, Patuk. Penghargaan ini diharapkan dapat memacu semangat standardisasi kualitas produk pertanian demi mendukung ekosistem pariwisata premium.

Kemeriahan Budaya dan Pemecahan Rekor MURI

Selama dua hari penuh, Geopark Night Specta 2026 menyajikan asimilasi yang apik antara edukasi lingkungan, promosi UMKM, dan hiburan rakyat. Gelaran bazar produk lokal dan pameran ekonomi kreatif dipadati oleh pengunjung yang ingin berburu kuliner khas olahan cokelat serta kerajinan tangan lokal.

Salah satu momen paling monumental dalam perhelatan tahun ini adalah keberhasilan pemecahan rekor MURI melalui Senam Kreasi Penthul Tembem. Aktivitas fisik berbasis budaya ini diikuti oleh sekitar 1.500 peserta yang memadati area pelataran Embung Nglanggeran, menciptakan visualisasi yang megah dengan latar belakang formasi batuan purba.

Mencapai puncak kemeriahan pada Sabtu (11/7) malam, panggung utama diguncang oleh pertunjukan Georkestra. Sebuah mahakarya kolaborasi musik yang memadukan kemegahan orkestra modern dengan eksotisme gamelan tradisional Jawa. Panggung ini menghadirkan sederet musisi lintas genre ternama tanah air, seperti Roy Jeconiah, Hendra Kumbara, Binacho Najar Migga Sadewa, Fanny Soegi, dan Bagus Faisal. Harmonisasi nada yang tercipta di tengah lanskap malam Gunung Api Purba Nglanggeran sukses menyihir penonton dan meninggalkan kesan mendalam.

Masuknya Geopark Night Specta ke dalam kurasi ketat Kharisma Event Nusantara 2026 diharapkan dapat terus memperkuat posisi strategis Gunungkidul sebagai destinasi wisata unggulan di tingkat global. Melalui kolaborasi aktif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, komunitas, dan masyarakat, festival ini menjadi refleksi nyata bahwa akselerasi ekonomi dan pelestarian alam dapat berjalan beriringan demi kesejahteraan berkelanjutan.

Divisi Komunikasi Publik

Badan Pelaksana Otorita Borobudur

Klik, follow & subscribe website & medsos kami👇🏻

Website https://bob.kemenpar.go.id/
Instagram @boborobudur
Twitter/X @BOBorobudur
Tiktok @boborobudur
Facebook Badan Otorita Borobudur

By Published On: Sabtu, 11 Juli 2026Views: 26

Share This Story, Choose Your Platform!