Purworejo, 10 Juni 2026 – Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) terus berkomitmen dalam memperkuat ekosistem pariwisata yang berkelanjutan di kawasan otoritatifnya. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kolaborasi sinergis bersama STIE Pariwisata API Yogyakarta dan Desa Wisata Pesona Menoreh dengan menyelenggarakan “Pelatihan Pelayanan Prima dan Pemandu Wisata Edukasi Menoreh”. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (10/6/2026) ini dipusatkan di De’Loano Glamping, kawasan Borobudur Highland, Purworejo.

Pelatihan intensif ini diikuti oleh 24 peserta yang merupakan representasi penggerak pariwisata dari Kapanewon Kalibawang dan Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Fokus utama dari program ini adalah mengeskalasi kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata lokal, khususnya mempersiapkan mereka menjadi calon pemandu wisata edukasi yang andal di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, wisata alam, hingga pemandu aktivitas tracking.

Kawasan Menoreh memiliki potensi bentang alam dan komoditas lokal yang luar biasa. Namun, potensi tersebut tidak akan membuahkan dampak ekonomi yang optimal tanpa adanya sentuhan pemandu wisata yang mampu mengemas cerita (storytelling) dan memberikan pelayanan standar internasional. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan kompetensi tersebut.

Fondasi Pelayanan Prima dalam Pariwisata

Direktur BPOB Yusuf Hartanto memberikan sambutan pembukaan pada Pelatihan Pemandu Wisata Menoreh di De Loano Glamping Purworejo.

Acara secara resmi dibuka oleh Direktur Keuangan, Umum, dan Komunikasi Publik BPOB, Yusuf Hartanto. Dalam orasi pembukaannya, beliau menggarisbawahi bahwa aspek pelayanan prima (service excellence) bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama dan pilar fundamental dalam industri jasa dan pariwisata modern.

“Wisatawan yang datang ke kawasan Borobudur Highland dan sekitarnya adalah orang-orang yang ingin melepaskan penat, bersenang-senang, dan mencari pengalaman hidup yang berkesan. Karena itu, setiap pelaku dan penggerak pariwisata di garda terdepan harus mampu memberikan pelayanan yang ramah, hangat, dan tulus. Melalui penerapan prinsip senyum, salam, dan sapa secara konsisten, kita tidak hanya sekadar melayani, tetapi juga sedang mentransfer energi positif serta menciptakan impresi mendalam yang membekas di hati para pengunjung,” tegas Yusuf Hartanto.

Yusuf juga menambahkan bahwa peningkatan kapasitas SDM ini sejalan dengan arahan Kementerian Pariwisata untuk mentransformasikan kawasan Borobudur dan sekitarnya menjadi destinasi super prioritas yang berkualitas tinggi dan berbasis pada pemberdayaan masyarakat lokal (community-based tourism).

Sinergi Akademisi dan Kurikulum Berstandar Global

Kehadiran STIE Pariwisata API Yogyakarta dalam kolaborasi ini membawa bobot akademis dan praktis yang berstandar industri. Para peserta tidak hanya menerima materi teoretis, tetapi juga dibedah secara mendalam mengenai psikologi wisatawan, manajemen perjalanan, hingga penguasaan bahasa asing taktis.

Ketua STIE Pariwisata API Yogyakarta, dalam kesempatan terpisah, menyampaikan bahwa kurikulum pelatihan ini dirancang secara khusus untuk merespons kebutuhan riil di lapangan. Standardisasi kompetensi pemandu mutlak diperlukan agar kawasan Menoreh memiliki daya saing global.

“Kami merumuskan materi yang mengombinasikan konsep Service Excellence, Dasar-Dasar Kepemanduan Wisata, serta Praktik Kepemanduan dalam Bahasa Inggris. Kurikulum ini memastikan bahwa pemandu lokal tidak hanya piawai menjelaskan potensi desanya dalam bahasa ibu, tetapi juga percaya diri dan komunikatif saat menjamu wisatawan mancanegara. Kami ingin para peserta memiliki orientasi yang kuat pada keselamatan, kenyamanan, dan kepuasan tertinggi wisatawan,” jelas perwakilan pimpinan STIE Pariwisata API Yogyakarta.

Sepanjang pelaksanaan kegiatan, para peserta terlibat aktif dalam sesi simulasi dan role play interaktif. Metode interaktif ini diterapkan guna menguji kesiapan mental dan keterampilan praktik kepemanduan langsung di lapangan, meniru skenario riil menghadapi berbagai karakteristik pelancong.

Mendorong Wisata Edukasi Berkelanjutan di Menoreh

Pengembangan kawasan Perbukitan Menoreh sebagai destinasi penyangga Borobudur memerlukan diferensiasi produk wisata yang kuat. Wisata edukasi (edutourism) dinilai menjadi formula paling tepat untuk mengintegrasikan aktivitas harian masyarakat—seperti bertani kopi, mengolah teh, dan beternak kambing etawa—menjadi atraksi wisata bernilai ekonomi tinggi.

Pengelola Desa Wisata Pesona Menoreh menyambut baik inisiatif strategis dari BPOB ini. Menurutnya, investasi terbaik dalam dunia pariwisata adalah investasi pada manusia.

“Pelatihan pemandu wisata Menoreh ini menjadi angin segar sekaligus amunisi baru bagi kami di tingkat tapak. Kawasan Kalibawang dan Samigaluh kaya akan agrowisata, namun selama ini kami kekurangan narator yang mampu mengemas aktivitas bertani atau berkebun menjadi atraksi edukasi yang menarik. Dengan adanya pelatihan dari BPOB ini, kami optimis mampu menyajikan paket wisata edukasi berbasis masyarakat yang jauh lebih berkualitas, berkelanjutan, dan memiliki daya saing tinggi di pasar domestik maupun internasional,” tutur tokoh pengelola Desa Wisata Pesona Menoreh.

Melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan komunitas lokal, pelatihan ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru di kawasan Menoreh. BPOB berkomitmen untuk terus mengawal alumni pelatihan ini melalui program-program pendampingan lanjutan, guna memastikan standardisasi pelayanan pariwisata di Borobudur Highland tetap terjaga pada level tertinggi.

Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Borobudur

 

Klik, follow & subscribe website & medsos kami👇🏻

Website https://bob.kemenpar.go.id/
Instagram @boborobudur
Twitter/X @BOBorobudur
Tiktok @boborobudur
Facebook Badan Otorita Borobudur
Youtube BOBorobudur

By Published On: Rabu, 10 Juni 2026Views: 9

Share This Story, Choose Your Platform!