Yogyakarta, 14Juni 2026 – Festival Keroncong Plesiran kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah nasional dengan resmi terpilih sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB), Novita Dwihapsari, yang hadir mewakili Kementerian Pariwisata. Plakat apresiasi KEN 2026 ini diterima secara langsung oleh Founder Keroncong Plesiran, Ari Kancil, di Yogyakarta.
Masuknya festival ini dalam kalender pariwisata nasional merupakan bentuk pengakuan tertinggi atas konsistensi Keroncong Plesiran. Selama sepuluh tahun terakhir, event ini dinilai sukses menghadirkan festival budaya berkualitas tinggi yang mengintegrasikan seni musik tradisional, sektor pariwisata, penguatan ekonomi kreatif, serta pemberdayaan masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Memasuki usia penyelenggaraan yang ke-10 tahun, Keroncong Plesiran mengusung tema besar “Wander with the Rhythm of Keroncong”. Pergelaran akbar ini dijadwalkan berlangsung pada 13–14 Juni 2026 di Lapangan Nandi, kawasan Candi Prambanan. Momentum satu dekade ini sekaligus menandai babak baru dalam sejarah pelaksanaannya. Untuk pertama kalinya, festival ini digelar di dalam kawasan Warisan Dunia UNESCO (UNESCO World Heritage Site), setelah pada tahun-tahun sebelumnya konsisten berpindah dari satu destinasi wisata alam ke destinasi lainnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menteri Pariwisata RI menegaskan bahwa pencapaian Keroncong Plesiran dalam mempertahankan posisinya di kurasi ketat KEN merupakan bukti nyata adaptasi dan inovasi yang kuat. Sinergi antara nilai budaya mutlak diperlukan untuk menarik minat wisatawan global maupun domestik.
“Keroncong Plesiran bukan lagi sekadar pertunjukan musik lokal, melainkan penggerak ekonomi yang nyata. Keberhasilannya menembus Kharisma Event Nusantara 2026 menunjukkan bahwa festival berbasis komunitas mampu bertransformasi menjadi magnet pariwisata nasional. Event seperti ini tidak hanya melestarikan warisan leluhur kita, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong perputaran ekonomi kreatif di daerah secara masif,” ujar Menteri Pariwisata dalam keterangannya.
Di sisi lain, Founder Keroncong Plesiran, Ari Kancil, menyampaikan bahwa perayaan satu dekade ini bukan sekadar selebrasi perjalanan panjang sebuah festival. Momentum ini dipandang sebagai upaya terstruktur untuk memperkuat regenerasi, meluaskan jaringan ekosistem, serta membuka ruang berkarya yang lebih inklusif bagi para pelaku musik keroncong muda di tanah air.
“Keroncong tidak boleh hanya dikenal melalui lagu-lagu lama yang statis. Banyak kelompok keroncong muda di berbagai daerah yang saat ini masih sangat aktif menciptakan karya-karya baru yang segar dan mereka membutuhkan ruang apresiasi yang layak. Keroncong harus tetap ada, bergerak dinamis, berkembang, dan dinikmati lintas generasi,” tegas Ari Kancil.
Komitmen regenerasi tersebut dibuktikan secara konkret melalui peluncuran album kompilasi khusus yang melibatkan sepuluh kelompok musik keroncong muda berbakat dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak berhenti di situ, dalam perayaan satu dekade ini, pihak manajemen juga resmi meluncurkan buku sejarah perjalanan Keroncong Plesiran, penayangan film dokumenter eksklusif, serta penyusunan katalog anotasi mengenai maestro keroncong legendaris Indonesia, Waldjinah.
Senada dengan hal tersebut, Penasihat Keroncong Plesiran, Aria Nugrahadi, menjelaskan bahwa visi jangka panjang dari festival ini adalah membentuk ketahanan budaya. Keroncong Plesiran diposisikan sebagai gerakan kebudayaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan preferensi generasi muda.
“Yang kami bangun di sini bukan hanya sebuah event tahunan yang selesai dalam dua hari, melainkan sebuah ekosistem budaya yang berkelanjutan. Melalui platform festival, penerbitan buku, dokumentasi audio-visual, hingga program edukasi khusus bagi anak-anak, kami ingin memastikan bahwa musik keroncong terus hidup, relevan, dan dapat diwariskan dengan bangga kepada generasi berikutnya,” jelas Aria Nugrahadi.
Selain menyuguhkan pertunjukan utama berupa aransemen megah musik orkestra keroncong, festival tahun ini turut diperkuat oleh kolaborasi apik dengan sejumlah musisi dan vokalis papan atas nasional. Nama-nama besar seperti David Bayu, Is Pusakata, Letto, Armand Maulana, Kunto Aji, hingga Ghea Indrawari dipastikan tampil memberikan interpretasi baru pada musik keroncong.

Guna menciptakan pengalaman festival yang inklusif, panitia juga menghadirkan berbagai program edukatif yang ramah keluarga. Kegiatan seperti Among Bocah, Kids Area, Plesir Candi, hingga workshop kebudayaan interaktif disediakan khusus sebagai ruang bagi generasi muda dan anak-anak untuk mengenal instrumen musik keroncong serta kekayaan kebudayaan Indonesia secara lebih dekat dan menyenangkan.
Dampak positif dari penyelenggaraan Keroncong Plesiran juga dirasakan langsung pada sektor ekonomi riil. Melalui keterlibatan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di area Pasar Plesiran yang dikurasi secara ketat bersama SiBakul Jogja, festival ini berhasil menciptakan pasar baru bagi produk kuliner tradisional, kriya, fesyen, dan kerajinan tangan kreatif khas Yogyakarta.
Keberhasilan Keroncong Plesiran masuk dalam daftar kurasi terbaik Kharisma Event Nusantara selama enam tahun berturut-turut—sejak 2021 hingga 2026—menjadi bukti sahih bahwa festival ini mampu menjaga standardisasi kualitas manajemen penyelenggaraan. Event ini sekaligus memperkuat posisi tawar Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai destinasi pariwisata budaya unggulan di tingkat internasional.
Melalui dukungan sinergis dari Kementerian Pariwisata, Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB), Pemerintah Daerah, serta komunitas seni, Keroncong Plesiran diharapkan terus konsisten berkembang sebagai ruang kolaborasi budaya strategis. Ke depan, festival ini ditargetkan mampu memperkuat identitas kepribadian bangsa sekaligus menjadi motor penggerak utama bagi pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis pelestarian budaya lokal di Indonesia.
Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Borobudur
Klik, follow & subscribe website & medsos kami👇🏻
Website https://bob.kemenpar.go.id/
Instagram @boborobudur
Twitter/X @BOBorobudur
Tiktok @boborobudur
Facebook Badan Otorita Borobudur
Youtube BOBorobudur
