Semarang, 15 Agustus 2026— Jejak sejarah perjalanan Laksamana Sam Poo Tay Djien atau Cheng Ho kembali diperingati secara megah melalui Festival Arak-Arakan Cheng Ho 2026 yang berlangsung sukses pada 14–15 Agustus 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah. Memasuki usia 621 tahun kedatangan Cheng Ho di Nusantara, festival tahunan ini tidak hanya menjadi panggung perayaan tradisi, tetapi juga momentum strategis untuk merawat warisan sejarah serta memperkuat pesan tentang keberagaman, toleransi, dan akulturasi budaya yang telah mengakar kuat di Indonesia.

Penyelenggaraan festival ini mendapatkan perhatian luas dari berbagai kalangan, termasuk pemerintah pusat dan daerah. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dalam video sambutannya menegaskan bahwa keberadaan Festival Cheng Ho secara konsisten mengingatkan masyarakat bahwa Nusantara sejak dahulu kala telah menjadi titik perjumpaan lintas bangsa, budaya, dan keyakinan yang harmonis.

“Festival ini mengingatkan kita bahwa sejak berabad-abad yang lalu Nusantara telah menjadi tempat perjumpaan berbagai bangsa, budaya dan tradisi. Jejak Laksamana Cheng Ho menjadi bagian dari sejarah, menunjukkan bahwa keterbukaan, saling menghormati, kerja sama telah menjadi kekuatan bangsa kita sejak dulu,” ungkap Widiyanti Putri Wardhana.

Lebih lanjut, Menteri Pariwisata menyampaikan bahwa nilai-nilai universal yang tercermin dari pelayaran bersejarah Laksamana Cheng Ho merupakan aset kekayaan budaya nasional yang tak ternilai harganya. Melalui event pariwisata berbasis sejarah semacam ini, masyarakat tidak hanya diajak untuk melestarikan tradisi leluhur, tetapi juga diberi ruang edukasi untuk memahami esensi dari keberagaman yang membentuk identitas bangsa Indonesia di kancah global.

Sebagai salah satu kota penyangga utama pariwisata budaya di Jawa Tengah, Kota Semarang menunjukkan komitmen penuh terhadap kelangsungan tradisi ini. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyambut hangat penyelenggaraan Festival Arak-Arakan Cheng Ho 2026 dan optimistis bahwa event budaya ini memiliki prospek cerah untuk dikembangkan menjadi agenda pariwisata berskala internasional yang mendunia.

“Ini berpotensi untuk menjadi event internasional. Arak-arakannya sangat bagus dengan lantunan doa yang bisa menjadi berkah bagi Kota Semarang. Semoga semua dinas, teman-teman RT dan kampung terus mendukung,” ujar Agustina Wilujeng Pramestuti penuh antusias.

Dukungan nyata terhadap pengembangan pariwisata daerah juga terlihat dari masuknya Festival Arak-Arakan Cheng Ho 2026 ke dalam jajaran Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Program unggulan Kementerian Pariwisata ini dirancang khusus untuk mengangkat kualitas event-event daerah di seluruh Indonesia agar mampu menjadi daya tarik wisata utama, mendongkrak perekonomian lokal, serta memperluas promosi pariwisata berbasis kearifan lokal.

Dalam rangkaian puncak acara yang dihelat pada Sabtu, 15 Agustus 2026, Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) turut hadir langsung mewakili Kementerian Pariwisata untuk memberikan dukungan penuh. Plt. Direktur Utama BPOB, Yusuf Hartanto, hadir di tengah-tengah masyarakat dan secara simbolis menyerahkan sertifikat Karisma Event Nusantara (KEN) kepada Ketua Yayasan Kelenteng Agung Sam Poo Kong, Mulyadi.

Penyerahan sertifikat Karisma Event Nusantara 2026 oleh Plt. Direktur Utama BPOB Yusuf Hartanto kepada Ketua Yayasan Sam Poo Kong.

Puncak perayaan ditandai dengan prosesi Kirab Budaya atau Arak-arakan Cheng Ho yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB. Ribuan masyarakat tampak memadati rute kirab yang dimulai dari Klenteng Tay Kak Sie di kawasan bersejarah Gang Lombok menuju destinasi ikonik Klenteng Agung Sam Poo Kong di kawasan Simongan. Kirab megah ini menampilkan barisan pasukan pengawal berkuda atau Bhekun serta replika kapal antik yang merepresentasikan armada perjalanan Laksamana Cheng Ho di masa lampau.

Plt. Direktur Utama BPOB, Yusuf Hartanto, mengapresiasi sinergi yang terbangun antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kelenteng, serta komunitas masyarakat setempat dalam merawat tradisi luhur ini. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama dalam menjaga keberlanjutan pariwisata berbasis budaya.

“Festival Arak-Arakan Cheng Ho 2026 membuktikan bahwa sejarah dan pariwisata dapat berjalan beriringan untuk menciptakan daya tarik yang kuat. Kehadiran event ini dalam KEN 2026 tidak hanya memperkuat posisi Semarang sebagai destinasi wisata budaya unggulan, tetapi juga menginspirasi daerah lain untuk terus mengangkat narasi sejarah lokal ke panggung nasional maupun internasional,” tutur Yusuf Hartanto.

Lebih dari sekadar suguhan atraksi wisata yang memukau, Festival Arak-Arakan Cheng Ho 2026 menjadi cerminan nyata bagaimana nilai-nilai historis dapat terus hidup, beradaptasi, dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Momentum perayaan 621 tahun ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk semakin mencintai sejarah bangsanya, sekaligus memperkokoh posisi Semarang dan kawasan penyangga Borobudur sebagai pusat destinasi pariwisata budaya yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

 

Divisi Komunikasi Publik

Badan Pelaksana Otorita Borobudur

 

Klik, follow & subscribe website & medsos kami👇🏻

Website https://bob.kemenpar.go.id/

Instagram @boborobudur

Twitter/X @BOBorobudur

Tiktok @boborobudur

Facebook Badan Otorita Borobudur

Youtube BOBorobudur

By Published On: Sabtu, 15 Agustus 2026Views: 19

Share This Story, Choose Your Platform!