Yogyakarta, 20 Agustus 2026 — Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) menerima kunjungan kerja dan audiensi resmi dari tim perencana Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pati di Kantor BPOB, Yogyakarta. Pertemuan strategis yang berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2026 ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas instansi guna menyusun usulan dokumen perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Pati tahun 2027. Fokus utama dalam arah kebijakan pembangunan tersebut mencakup sektor pariwisata, ekonomi kreatif, ekonomi syariah, serta pengembangan destinasi wisata alam yang berkelanjutan.
Dalam pemaparan perwakilan Bapperida Kabupaten Pati, sektor pariwisata daerah menunjukkan tren pertumbuhan positif dengan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai sekitar Rp16 miliar pada tahun 2025. Pertumbuhan ini turut didukung oleh tren kenaikan total PAD Kabupaten Pati yang berada pada kisaran Rp300 hingga Rp600 miliar dalam enam tahun terakhir. Kendati demikian, pemerintah daerah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan struktural yang harus segera diselesaikan, di antaranya permasalahan pelaporan data di mana baru sekitar 50% pengelola destinasi wisata yang aktif menyampaikan laporan operasional. Selain itu, dari total 28 desa wisata yang tercatat di wilayah tersebut, baru lima destinasi saja yang berstatus sebagai desa wisata berkembang serta mampu menghasilkan pendapatan secara mandiri.
Menanggapi berbagai tantangan tersebut, Plt. Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan (IPKK) BPOB, Ibu Novita, menegaskan komitmen lembaganya dalam memberikan pendampingan yang komprehensif. Beliau menyampaikan bahwa ruang lingkup dukungan BPOB dapat dijalankan melalui dua fungsi utama, yakni fungsi koordinatif dan otoritatif sesuai dengan koridor kewenangan yang berlaku.
“Dalam konteks koordinatif, BPOB siap membantu membuka jalur komunikasi serta menjembatani berbagai usulan program strategis dari Kabupaten Pati agar dapat terhubung langsung dengan kementerian atau lembaga terkait sesuai dengan kewenangannya,” ujar Novita.

Lebih lanjut, audiensi ini juga membahas potensi besar dari sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Pati yang melibatkan sekitar 600 pelaku usaha, di mana subsektor kuliner makanan dan minuman mendominasi pasar lokal. Potensi ini dinilai sangat strategis untuk didorong melalui penguatan jejaring pelaku usaha serta penyempurnaan strategi pemasaran produk unggulan daerah. Mengambil pembelajaran dari penutupan gerai UMKM Plaza Pragolo pada tahun 2025 akibat rendahnya tingkat kunjungan, pemerintah daerah bersama BPOB sepakat untuk melakukan evaluasi menyeluruh agar pusat oleh-oleh ke depan dapat terintegrasi secara lebih optimal dengan arus kunjungan wisatawan.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Direktorat Pemasaran BPOB, Bapak Harfi, memaparkan sejumlah gagasan taktis terkait pengemasan daya tarik wisata berbasis tematik. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi event daerah dengan penyusunan paket wisata terpadu guna memperpanjang durasi tinggal atau length of stay wisatawan di Kabupaten Pati.
“Setiap penyelenggaraan event di daerah seharusnya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial satu hari saja, melainkan harus dikolaborasikan secara strategis dengan pengembangan paket wisata, pemanfaatan *tagline* khusus sebagai identitas destinasi, serta persiapan kurasi agar event unggulan Pati berpeluang menembus Kharisma Event Nusantara,” tutur Harfi.

Selain menyoroti sektor kuliner dan event, perumusan strategi pariwisata 2027 ini juga membidik potensi pengembangan wisata religi. Mengingat fokus Kabupaten Pati yang mengarah pada penguatan ekonomi syariah dan halal, kegiatan tradisi keagamaan seperti acara haul potensial untuk dikemas secara lebih profesional. Pengemasan tersebut direncanakan mencakup penyediaan pemandu wisata (*tour guide*), penyusunan *itinerary* perjalanan yang terstruktur, serta integrasi langsung dengan destinasi dan sentra kuliner lokal.
Peluang kolaborasi ini juga menyentuh rencana pembangunan museum pariwisata di Kabupaten Pati yang didukung oleh ketersediaan alokasi anggaran pembangunan daerah. Museum tersebut diproyeksikan tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelestarian sejarah dan budaya, tetapi juga sebagai atraksi wisata edukatif yang menarik minat kunjungan wisatawan. Melalui sinkronisasi program prioritas ini, BPOB dan Bapperida Kabupaten Pati sepakat untuk mengintegrasikan seluruh masukan teknis ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah tahun 2027. Sinergi ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara nyata serta menjadikan sektor pariwisata Pati sebagai salah satu motor penggerak kemajuan regional di bawah koordinasi lintas sektor yang solid.
Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Borobudur
Klik, follow & subscribe website & medsos kami👇🏻
Website https://bob.kemenpar.go.id
Instagram @boborobudur
Twitter/X @BOBorobudur
Tiktok @boborobudur
Facebook Badan Otorita Borobudur
Youtube BOBorobudur
