Dalam rangka menggairahkan kembali kepariwisataan di objek wisata Goa Kiskendo, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kulonprogo menggelar kegiatan bertajuk Kolaborasi Kiskendo Mrahaswara di Objek Wisata Gua Kiskenda, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Minggu (18/10).

Turut hadir tamu kehormatan, Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo, Forkopimda Kabupaten Kulon Progo, Direktur Utama Badan Otorita Borobudur, Kepala Dinas Kebudayaan Kab. Kulon Progo, Kepala Dinas Pariwisata Kab. Kulon Progo, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kab. Kulon Progo, Kepala Dinas Perhubungan Kab. Kulon Progo, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Kulon Progo, Panewu Girimulyo beserta Forkopimkap Kapanewon Girimulyo, Pengurus KWT Girimulyo, Para Seniman dan Budayawan.

Dalam kesempatan ini, Direktur Utama Indah Juanita sebagai perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI secara simbolis menyerahkan alat-alat kebersihan guna mendukung program gerakan BISA (Bersih Indah Sehat Aman)

Kepala Dispar Kulonprogo, Joko Mursito mengatakan Kiskenda merupakan salah satu destinasi wisata di Kulonprogo yang pada tahun 1980 sangat terkenal. Pengunjungnya sangat banyak sehingga jadi primadona wisata di Bumi Menoreh kala itu. Namun berjalannya waktu, banyak destinasi wisata baru yang pengelolannya lebih mengikuti zaman bermunculan sehingga berimbas pada penurunan jumlah kunjungan di Kiskenda.

”Oleh karena itu pada momentum ini yang kebetulan bertepatan dengan momen Hari Jadi Kabupaten Kulonprogo ke 69, kami berupaya membangkitkan marwah Kiskendo. Kiskendha Mrahaswara memiliki arti Kiskendha yang bersinar terang. Mrahaswara artinya bersinar terang. Harapannya Goa Kiskendo yang sudah meredup bisa kembali bersinar terang.,” kata Joko usai Gelar Kolaborasi Kiskendo Mrahaswara, Minggu siang.

Joko menjelaskan kolaborasi tersebut dibingkai dengan konsep manunggaling setya mbroyo pariwisata (Nusabrata) yang artinya adalah pariwisata harus sama-sama disengkuyung dan didukung oleh seluruh pihak sehingga tujuannya terukur dan mudah tercapai. Adapun OPD yang terlibat di antaranya Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayaan) dan lainnya.

Dalam kegiatan ini dikenalkan potensi lain di Gua Kiskenda yang tak melulu soal wisata gua yang menurut Joko terkesan ngeri dan kurang menarik. Dispar bersama OPD yang terlibat menyuguhkan varian-varian baru untuk objek wisata ini, di antaranya menghadirkan aktivitas jemparingan, menjajakan produk sayuran dan buah yang dihasilkan Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan Distanpangan, olahan makanan dan minuman tradisional binaan Disdag dan Diskop UMKM, kegiatan susur gua, serta menampilkan pertunjukan sendra tari Sugriwa dan Subali.

Pertunjukan Sugriwo Subali di Goa Kiskendo memberdayakan masyarakat sekitar sebagai pemain. Mereka dilatih dan dibekali kemampuan sehingga jika setiap saat ada kunjungan mendadak dengan rombongan banyak, mereka bisa langsung tampil menghibur. Hal ini diyakini dapat menjadi kekuatan budaya di Goa Kiskendo sehingga bisa menjadi daya tarik wisatawan.

Selain itu juga dilakukan uji coba moda transportasi Damri yang salah satu rutenya menuju ke kawasan Kiskendo, launching QRIS sebagai aplikasi pembayaran restribusi wisata secara non tunai, yang bekerjasama dengan BPD DIY Cabang Wates, launching paket wisata Gua Sumitro (Glamping and Caving), pelaksanaan program Fam Trip 2020 dan Penobatan Dimas Diajeng Kulonprogo 2020.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengucapkaan terima kasih kepada seluruh OPD yang telah bekerjasama dan bersinergi untuk bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini. Juga kepada semua pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan segala sesuatu, sehingga rangkaian kegiatan ini benar-benar dapat tersaji dengan baik.

Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bagian dari ketugasan Tim Produksi Pariwisata Kulonprogo. Tim berisikan sejumlah OPD itu bertugas untuk mendongkrak kepariwisataan di Kulonprogo, utamanya yang terimbas pandemic Covid-19. Dan kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke wilayah Kulonprogo yang diharapkan dapat memberikan efek yang baik bagi para pelaku wisata dan masyarakat sekitar.