Yogyakarta, 17 April 2026 — Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) menerima kunjungan audiensi dari Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Bintan wilayah Kota Tanjungpinang. Pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antar lembaga pengelola kawasan yang memiliki kesamaan karakter sebagai Badan Layanan Umum (BLU) yang tengah berkembang.
Audiensi ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan bersama untuk saling bertukar pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik dalam pengelolaan kawasan, baik dari sisi pengembangan bisnis, tata kelola, hingga promosi investasi. Dalam pertemuan tersebut, BPOB memaparkan perannya dalam pengelolaan kawasan pariwisata Borobudur melalui koordinatif dan fungsi otoritatif, termasuk pengaturan kunjungan, penataan kawasan, serta kebijakan operasional di dalam kawasan Borobudur Highland.
“Kami melihat pentingnya dialog seperti ini untuk saling belajar dan memperkaya pendekatan dalam pengelolaan kawasan. Setiap kawasan memiliki karakteristik yang berbeda, namun tantangan tata kelola dan pengembangan bisnisnya memiliki banyak kesamaan,” ungkap Plt. Direktur Utama BPOB, Yusuf Hartanto.
Lebih lanjut, BPOB juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas wilayah dalam memperkuat daya saing destinasi nasional.
“Kami terbuka untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama, baik dalam promosi, pengembangan investasi, maupun penguatan kualitas layanan kawasan. Sinergi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masing-masing wilayah,” tambah Yusuf.
Sementara itu, pihak KPBPB Bintan wilayah Tanjungpinang menyampaikan perkembangan kawasan Free Trade Zone (FTZ) di Kepulauan Riau yang mencakup Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang, yang menunjukkan dinamika pertumbuhan positif dari sisi investasi dan aktivitas ekonomi.

“Kunjungan ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk memahami lebih jauh bagaimana BPOB mengelola kawasan pariwisata dengan pendekatan otoritatif. Kami melihat ada banyak praktik baik yang dapat diadaptasi sesuai dengan konteks kawasan kami,” ucap Kepala BP Kawasan Bintan, Farid Irfan Siddik.
Lebih lanjut, BP Kawasan menyoroti pentingnya jejaring antar kawasan dalam mendorong pengembangan ekonomi yang lebih luas.
“Sebagai pengelola kawasan yang juga berorientasi pada investasi dan pelayanan publik, kami memandang kolaborasi antar-BLU sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih konkret di masa mendatang,” tambah Kepala Bagian Dewan Kawasan Bintan dan Karimun, Rivo Wicakrosmario.
Pertemuan ini turut membuka ruang diskusi awal terkait peluang kolaborasi, di antaranya pertukaran informasi promosi kawasan, penjajakan partisipasi bersama dalam forum investasi, hingga potensi pengembangan paket wisata terintegrasi antar wilayah, khususnya untuk pasar wisatawan jarak jauh.

Sebagai tindak lanjut, kedua institusi berkomitmen untuk melaksanakan diskusi lanjutan secara bertahap guna mengidentifikasi peluang kerja sama yang lebih implementatif, termasuk melalui forum berbagi praktik pengelolaan kawasan (benchmarking). Melalui audiensi ini, BPOB menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi lintas wilayah dalam mendorong pengembangan kawasan yang berdaya saing, berkelanjutan, serta memberikan dampak ekonomi yang luas.
Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Borobudur
