Yogyakarta, 18 Mei 2026 — Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta bersama Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) menjajaki kerja sama publikasi dalam rangka penyelenggaraan program publik bertajuk “Playon: Festival Dolanan Anak”. Acara ini akan berlangsung selama periode liburan sekolah Juni–Juli 2026.

Pertemuan penjajakan kerja sama tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Borobudur Highland BPOB dan dihadiri oleh Plt. Direktur Utama BPOB, Yusuf Hartanto, Kepala Divisi Komunikasi Publik beserta staf, Penanggung Jawab Unit Museum Benteng Vredeburg, Agus Sulistya, serta Pamong Budaya Madya Museum dan Cagar Budaya, Muri Kurniawati beserta tim.

Program Playon: Festival Dolanan Anak dirancang sebagai ruang bermain edukatif bagi anak dan keluarga dengan menghadirkan berbagai permainan tradisional atau dolanan anak yang sarat nilai budaya, kreativitas, kebersamaan, dan kecerdasan sosial.

Pamong Budaya Madya Museum dan Cagar Budaya, Muri Kurniawati menjelaskan bahwa permainan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya tak benda yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda.

“Dolanan anak mengandung nilai kebersamaan, sportivitas, kreativitas, strategi, dan kecerdasan sosial. Namun saat ini banyak permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan. Melalui program ini kami ingin menghadirkan kembali pengalaman bermain tersebut dalam ruang yang edukatif dan menyenangkan”, ujarnya.

Ia menambahkan bahwa momentum liburan sekolah menjadi waktu yang tepat untuk menghadirkan kegiatan yang ramah anak sekaligus mempererat hubungan keluarga.

“Untuk menyambut liburan sekolah, kami ingin memberikan layanan maksimal untuk keluarga karena momen liburan biasanya ditunggu-tunggu untuk bisa berkegiatan bersama orang tua. Karena itu kami menjajaki kerja sama dengan berbagai instansi agar acaranya semakin menarik”, tambahnya.

Hadirkan Permainan Tradisional hingga Workshop Kreatif

 

Festival ini akan menghadirkan berbagai konten interaktif seperti arena dolanan tradisional (engklek, gobak sodor, congklak, egrang), workshop pembuatan mainan tradisional, storytelling, pemutaran film anak, dan panggung kesenian tradisional.

Selain itu, pengunjung juga akan disuguhkan narasi sejarah permainan tradisional, visualisasi dolanan anak, hingga koleksi alat permainan tradisional khas Yogyakarta.

Program ini diharapkan dapat menjadi ruang belajar budaya yang menyenangkan sekaligus meningkatkan kunjungan keluarga ke museum selama masa liburan sekolah.

 

BPOB Dukung Publikasi dan Kolaborasi Event

 

Plt Direktur Utama BPOB, Yusuf Hartanto, menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan menyampaikan dukungannya terhadap upaya pelestarian budaya melalui pendekatan kreatif dan edukatif.

“Kami sangat mendukung, terutama dalam publikasi melalui media sosial. Jika sudah tersedia materi video atau visual, kami siap membantu publikasi. Bahkan jika belum ada, kami juga siap mendukung proses pembuatannya. Selain publikasi, kami juga akan berpartisipasi dalam dokumentasi selama event berlangsung”, jelas Yusuf.

Ia juga memberikan masukan agar kolaborasi diperluas dengan melibatkan Dinas Pendidikan, ASITA, PHRI, dan berbagai komunitas guna memperkuat jangkauan program kepada masyarakat.

Sementara itu, Agus Sulistya selaku Penanggung Jawab Unit Museum Benteng Vredeburg menegaskan bahwa museum saat ini perlu membuka ruang kolaborasi agar dapat terus berkembang dan menghadirkan program yang relevan bagi masyarakat.

“Sekarang museum tidak bisa bekerja sendiri. Perlu mitra agar bisa terus berkreasi. Salah satu langkah yang kami lakukan adalah menjalin kerja sama dengan BPOB”, ungkapnya.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin sinergi yang berkelanjutan antara Museum Benteng Vredeburg dan BPOB dalam menghadirkan program budaya yang edukatif, kreatif, dan ramah keluarga, sekaligus memperkuat citra Yogyakarta sebagai Kota Budaya.

 

 

 

Divisi Komunikasi Publik

Badan Pelaksana Otorita Borobudur

By Published On: Senin, 18 Mei 2026Views: 31

Share This Story, Choose Your Platform!