YOGYAKARTA, 10 Agustus 2026 — Mengusung tema “50 Tahun Mengabdi, Menjaga Warisan Budaya”, Ramayana Ballet Purawisata merayakan setengah abad pengabdian panjangnya dalam melestarikan seni tari Jawa melalui pertunjukan kisah epik Ramayana. Puncak perayaan yang bertajuk “Satkara Ratri – Anugerah Kebudayaan Mandira Baruga” sukses digelar secara meriah pada Senin malam, 10 Agustus 2026, berlokasi di Gazebo Garden, Tasneem Hotel Malioboro, Yogyakarta.

Suasana malam puncak perayaan HUT ke-50 Ramayana Ballet Purawisata bertajuk "Satkara Ratri" di Gazebo Garden, Yogyakarta.

Dalam perayaan istimewa ini, penghargaan Satkara Ratri – Anugerah Kebudayaan Mandira Baruga dianugerahkan kepada sejumlah tokoh budayawan dan seniman ternama atas dedikasi luar biasa mereka dalam menjaga kebudayaan Indonesia, yaitu:
  1. Bapak Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) (terwakilkan)
  2. Bapak Didik Hadiprayitno (Didik Nini Thowok)
  3. Ibu Suyati (Yati Pesek)
  4. Bapak Dahanan (Pendiri Ramayana Ballet Purawisata Yogyakarta)

Komitmen Konservasi Budaya di Tengah Arus Modernisasi

Penyelenggara acara, Dr. dr. Ulla Nuchrawaty Usman, M.M., menegaskan bahwa perayaan ini merupakan bagian dari program konservasi budaya secara berkelanjutan. Upaya menjaga warisan leluhur harus terus digalakkan agar generasi masa depan tetap memiliki akar identitas yang kuat di tengah dinamika globalisasi yang masif.
“Ini merupakan program konservasi sebagai wujud nyata visi dan misi kami dalam melestarikan nilai luhur budaya bangsa sebagai perekat etnis Nusantara yang mampu menembus panggung dunia. Kita tidak boleh membiarkan nilai-nilai luhur budaya, termasuk kesenian dan kearifan lokal, tergerus oleh derasnya arus modernisasi, teknologi, dan peradaban,” ujar Dr. dr. Ulla Nuchrawaty Usman, M.M. saat menyampaikan pidato pembukaannya.
Apresiasi mendalam turut disampaikan oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta atas konsistensi penyelenggaraan panggung seni tradisi ini. Dalam sambutan tertulis Gubernur DIY yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY, ditekankan pentingnya kerja nyata dan komitmen jangka panjang dalam pelestarian budaya yang berkesinambungan.
“Dalam banyak kesempatan kita sering berbicara tentang pelestarian budaya, namun budaya tidak bertahan karena sering dibicarakan, melainkan karena dipraktikkan. Sebuah panggung bertahan karena ada orang-orang yang bekerja di belakangnya dengan kesetiaan yang panjang. Peringatan 50 Tahun Ramayana Ballet Purawisata ini adalah perayaan atas kemampuan kita menjaga kesinambungan tersebut,” tegas Kepala Dinas Pariwisata DIY.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlanjutan ekosistem pariwisata berbasis budaya di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya, Kementerian Pariwisata melalui Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BOB) terus mendorong sinergi lintas sektor. Peran aktif para pelaku seni dan pengelola destinasi wisata budaya dinilai krusial dalam memperkuat daya tarik wisata Nusantara di kancah internasional.

Perjalanan Sejarah Panjang dan Prestasi Rekor MURI

Cikal bakal Ramayana Ballet Purawisata berawal dari gagasan visioner Dahanan (THR Sasanasuka) bersama Marcus Pardiman dan Suyadi pada pertengahan era 1970-an untuk mengisi kekosongan hiburan malam bagi wisatawan mancanegara. Kelompok seni ini resmi berdiri pada 10 Agustus 1976 dan konsisten tampil setiap malam di Amphitheater Purawisata.
Atas komitmennya, pada 8 November 2002, Ramayana Ballet Purawisata berhasil mengukir sejarah dengan meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai satu-satunya kelompok seni yang mementaskan Ramayana Ballet selama 25 tahun berturut-turut tanpa pernah terputus—sebuah prestasi fenomenal yang terus dipertahankan hingga kini memasuki usia ke-50.

Rangkaian Kegiatan Edukasi dan Kemeriahan Malam Puncak

Sebagai bagian dari upaya menginspirasi generasi muda, serangkaian kegiatan telah diselenggarakan sejak awal tahun 2026 menuju malam puncak perayaan, antara lain:
  • Pasar Minggu Jogja (Pamijo) #8 & #9 (April & Juni 2026)
  • Sarasehan & Workshop Inovasi Pertunjukan (3 Mei 2026)
  • Nonton Bareng Pelajar, Komunitas, & Lintas Agama (Mei 2026)
  • Gelar Budaya Legenda Dolanan Anak Padang Mbulan (9 Juli 2026)
  • Festival Konservasi Tari Ramayana (FKTR) ke-5 (25–26 Juli 2026)
Malam puncak perayaan diawali dengan gala dinner, penampilan spesial dari pemenang FKTR ke-5, sambutan pejabat, hingga prosesi sakral pemotongan tumpeng. Momen utama ditandai dengan penyerahan Piala Bergilir FKTR ke-5 serta Anugerah Kebudayaan Mandira Baruga “Satkara Ratri”, yang diserahkan langsung oleh Dr. dr. Ulla Nuchrawaty Usman, M.M. dengan pembacaan naskah oleh Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa Putra.
Kemeriahan panggung ditutup dengan pertunjukan seni kolosal ”Ramayana Magnificent Performance”, dilanjutkan penampilan musik dari Kiai Kanjeng serta pembacaan puisi oleh rekan-rekan Yayasan Kesejahteraan Tuna Netra Islam (YAKETUNIS). Keberhasilan seluruh rangkaian perayaan ini terlaksana berkat komitmen erat para seniman, manajemen profesional, dukungan pemerintah, Keraton Yogyakarta Hadiningrat, serta seluruh pelaku industri pariwisata.

Acara kebudayaan yang diselenggarakan oleh Mandira Baruga ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting serta jajaran pemangku kepentingan (stakeholders). Di antaranya hadir budayawan terkemuka Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa Putra, M.A., M.Phil; Kepala Dinas Pariwisata DIY Ibu Atik Sudarmi, S.IP. yang hadir mewakili Pemerintah Daerah Provinsi Istimewa Yogyakarta; serta Kepala Divisi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Badan Pelaksana Otorita Borobudur Bapak Putut Bayu Santiko sebagai perwakilan resmi dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Tentang Mandira Baruga / Ramayana Ballet Purawisata:
Ramayana Ballet Purawisata merupakan pusat pertunjukan seni tari tradisional epik Ramayana di Yogyakarta. Mementaskan karya seni tari Jawa secara konsisten sejak 10 Agustus 1976, Ramayana Ballet Purawisata telah menjadi ikon pariwisata budaya Yogyakarta dan pemegang Rekor MURI atas pentas seni beruntun terpanjang.
Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Borobudur
Klik, follow & subscribe website & medsos kami👇🏻
Instagram @boborobudur
Twitter/X @BOBorobudur
Tiktok @boborobudur
Facebook Badan Otorita Borobudur
Youtube BOBorobudur
By Published On: Senin, 10 Agustus 2026Views: 76

Share This Story, Choose Your Platform!