Yogyakarta, 30 September 2026 — Kementerian Pariwisata memperkuat promosi pariwisata Indonesia kepada pasar internasional melalui kegiatan Familiarization Trip (Famtrip) bagi empat agen perjalanan dan operator tur (Travel Agents/Tour Operators/TA/TO) asal Singapura. Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 28 September hingga 2 Oktober 2026 di Yogyakarta tersebut diarahkan untuk memperkenalkan potensi destinasi gastronomi dan wellness sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis antara industri pariwisata Indonesia dan Singapura.
Salah satu agenda utama dalam rangkaian Famtrip tersebut adalah Business Matching (table top) yang digelar di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Rabu (30/9/2026). Kegiatan ini mempertemukan para pelaku industri pariwisata lokal dengan empat TA/TO dari Singapura untuk bertukar informasi, membangun jejaring, serta menjajaki pengembangan paket wisata yang sesuai dengan kebutuhan pasar wisatawan Singapura.

Plt. Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan (IPKK) Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB), Novita Dwi Hapsari, yang hadir mewakili Kementerian Pariwisata, menyampaikan bahwa Singapura merupakan salah satu pasar penting bagi pariwisata Indonesia. Menurutnya, pertumbuhan kunjungan wisatawan Singapura ke Yogyakarta turut didukung oleh tersedianya penerbangan langsung serta ketertarikan terhadap kekayaan budaya, gastronomi, dan keramahan masyarakat Yogyakarta.
“Yogyakarta dan Borobudur merupakan panggung yang tepat untuk memperkenalkan kekayaan gastronomi dan wellness Indonesia, dengan budaya yang unik dan autentik,” ujar Novita.
Ia menjelaskan, Yogyakarta menawarkan pengalaman autentik dan premium bagi wisatawan yang mengutamakan kenyamanan dan kualitas. Sementara itu, Candi Borobudur menghadirkan pengalaman sejarah dan budaya, sedangkan kawasan Borobudur Highland di Perbukitan Menoreh dikembangkan sebagai pilihan destinasi yang menawarkan suasana sejuk, hijau, serta pengalaman wellness dan ekowisata.
Melalui BPOB, Kementerian Pariwisata terus mendorong pengembangan Borobudur Highland sebagai bagian dari diversifikasi pengalaman wisata di kawasan Borobudur. Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperkaya pilihan wisatawan sekaligus memperkuat daya tarik destinasi berbasis alam dan wellness.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Ellya Shari, turut mengapresiasi pelaksanaan Famtrip dan Business Matching tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana promosi destinasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat koneksi bisnis antara pelaku industri pariwisata Yogyakarta dan Singapura.
“Yogyakarta tidak sekadar memiliki destinasi pariwisata, tetapi juga memiliki budaya, kreativitas, gastronomi, wellness, alam, dan hospitality yang baik,” kata Ellya.
Ia menambahkan bahwa gastronomi dan wellness kini menjadi bagian penting dalam pengalaman perjalanan wisatawan. Wisatawan tidak hanya mencari destinasi untuk dikunjungi, tetapi juga pengalaman untuk mengenal budaya, mencicipi kuliner lokal, serta menikmati aktivitas yang mendukung kesehatan dan kebugaran.
Business Matching diharapkan dapat mendorong lahirnya paket wisata yang inovatif dan siap dipasarkan kepada wisatawan Singapura. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para pelaku industri untuk bertukar gagasan dan membangun kolaborasi yang berkelanjutan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Garuda Indonesia, Hotel Tentrem, serta empat TA/TO dari Singapura. Melalui sinergi antara pemerintah dan pelaku industri pariwisata, Yogyakarta dan kawasan Borobudur diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman autentik melalui kekayaan budaya, gastronomi, alam, dan wellness.
Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Borobudur
Klik, follow & subscribe website & medsos kami👇🏻
Website https://bob.kemenpar.go.id/
Instagram @boborobudur
Twitter/X @BOBorobudur
Tiktok @boborobudur
Facebook Badan Otorita Borobudur
Youtube BOBorobudur
