
Purworejo, 27 Oktober 2026 — Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) berkolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam mendukung simulasi Paket Wisata ExotisMenoreh 3D2N sebagai upaya mendorong pergerakan wisatawan sekaligus memperkuat pengembangan pariwisata terintegrasi di Kabupaten Purworejo dan kawasan Perbukitan Menoreh. Kawasan ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem pariwisata penyangga Kawasan Pariwisata Borobudur.
Simulasi paket wisata ini merupakan bagian dari kegiatan Riset Unggulan Daerah (RUD) Kabupaten Purworejo Tahun 2026 bertajuk Kajian Penyusunan Paket Pariwisata Terintegrasi (ODTW Kabupaten dan Desa Wisata) yang dilaksanakan oleh tim peneliti dosen UGM. Melalui kegiatan ini, berbagai potensi destinasi, pengalaman wisata, serta keterlibatan masyarakat dirangkai menjadi sebuah perjalanan yang saling terhubung dan memiliki nilai tambah bagi pengembangan ekonomi daerah.

Kolaborasi ini berangkat dari pemahaman bahwa pariwisata bersifat borderless atau tidak terbatas oleh batas administratif wilayah. Perjalanan wisatawan tidak selalu berhenti pada batas kabupaten maupun provinsi, melainkan mengikuti daya tarik, pengalaman, dan cerita yang saling terhubung antardestinasi. Oleh karena itu, pengembangan pariwisata membutuhkan kerja sama lintas daerah, komunitas, pelaku usaha, akademisi, dan pemerintah agar potensi yang tersebar dapat dikemas menjadi produk wisata yang utuh.
Dalam konteks tersebut, BPOB memiliki peran sebagai orkestrator pengembangan pariwisata yang menjembatani komunikasi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Peran ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya ekosistem pariwisata yang saling mendukung, memperluas konektivitas antardestinasi, serta menciptakan peluang bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam rantai nilai pariwisata.
Mengusung filosofi Jawa “Urip Iku Urup”, yang mengandung makna bahwa hidup hendaknya memberikan manfaat dan menjadi cahaya bagi sesama, paket wisata ExotisMenoreh dirancang sebagai pengalaman perjalanan selama tiga hari dua malam. Paket ini mengajak peserta menyusuri beragam wajah Purworejo, mulai dari kawasan pesisir, warisan budaya, kehidupan desa wisata, hingga suasana hutan pinus di Perbukitan Menoreh.
Pengalaman tersebut dikemas melalui tiga pendekatan, yakni Wiraga, Wirama, dan Wirasa. Wiraga mengajak peserta hadir dan mengenali lingkungan melalui gerak serta pengalaman indrawi. Wirama mengajak peserta mengikuti irama kehidupan masyarakat dan alam dengan memberi ruang untuk mengamati serta berinteraksi. Sementara itu, Wirasa menjadi ruang untuk menghayati perjalanan, merefleksikan pengalaman, dan membangun kembali hubungan dengan diri sendiri, sesama, serta alam.
Rangkaian perjalanan yang diperkenalkan melalui konsep Golden Road ini tidak sekadar menawarkan perpindahan dari satu destinasi ke destinasi lain, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang memiliki kesinambungan cerita. Aktivitas wisata budaya, interaksi dengan masyarakat desa, pengamatan alam, hingga pengalaman wellness di kawasan De’Loano Glamping menjadi bagian dari upaya merangkai potensi lokal ke dalam satu perjalanan yang bermakna.

Melalui pendekatan tersebut, wisatawan diharapkan tidak hanya menjadi pengunjung, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengenal kehidupan masyarakat, memahami nilai budaya setempat, dan mengapresiasi lingkungan alam. Di sisi lain, keterlibatan pengelola destinasi, komunitas, serta pelaku usaha lokal menjadi unsur penting agar pengembangan produk wisata turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Simulasi ini diharapkan dapat menjadi ruang untuk melihat bagaimana sebuah paket wisata terintegrasi dirancang dan dijalankan secara harmonis. Evaluasi terhadap alur perjalanan, keterhubungan antardestinasi, pengalaman wisata, dan potensi keterlibatan para pemangku kepentingan dapat menjadi masukan untuk penyempurnaan produk sebelum dikembangkan lebih lanjut.
Ke depan, ExotisMenoreh diharapkan dapat menjadi salah satu inspirasi pengembangan produk unggulan daerah yang memperkuat konektivitas pariwisata Purworejo dan kawasan Menoreh dengan ekosistem pariwisata Borobudur. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, potensi setiap wilayah diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling melengkapi dan tumbuh bersama.
Semangat Urip Iku Urup menjadi pengingat bahwa pariwisata bukan semata-mata tentang destinasi yang dikunjungi, melainkan juga tentang hubungan yang dibangun, cerita yang dibagikan,Harmonisasi, serta manfaat yang dapat diteruskan kepada masyarakat dan lingkungan.
Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Borobudur
Klik, follow & subscribe website & medsos kami👇🏻
Website https://bob.kemenpar.go.id/
Instagram @boborobudur
Twitter/X @BOBorobudur
Tiktok @boborobudur
Facebook Badan Otorita Borobudur
