Rembang, 20 April 2026 – Plt. Direktur Utama, Yusuf Hartanto hadir mewakili Menteri Pariwisata dalam kegiatan Inspiring Talkshow bertema “Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas” yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Pendopo Museum R.A. Kartini, Rembang, Provinsi Jawa Tengah, Senin (20/04).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan bersejarah yang menjadi destinasi wisata edukasi ini tidak hanya menjadi momentum peringatan Hari Kartini, tetapi juga sebagai pengingat dalam nilai-nilai perjuangan Kartini dalam menegakkan kebenaran dan nilai integritas. Museum R.A. Kartini sebagai daya tarik wisata budaya memiliki peran penting dalam menghidupkan kembali semangat perjuangan Kartini kepada generasi muda dan masyarakat luas.
Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Dewan Audit, Sophia Wattimena yang menekankan bahwa peran perempuan semakin strategis dalam penguatan tata kelola di berbagai sektor. Namun, peningkatan peran tersebut masih dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk isu kesetaraan dan kekerasan berbasis gender.
Peran perempuan menjadi kunci dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya Asta Cita keempat tentang penguatan pembangunan sumber daya manusia dan kesetaraan gender, serta Asta Cita ketujuh tentang reformasi tata kelola, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
“Dalam birokrasi, sekitar 57 persen aparatur sipil negara adalah perempuan. Pada saat yang sama, sepanjang tahun 2025 tercatat lebih dari 1.000 kasus kekerasan berbasis gender, dengan sekitar 80 persen korbannya adalah perempuan”, tambahnya.
Melalui peringatan Hari Kartini di Rembang ini, OJK berkomitmen senantiasa membangun budaya integritas dan mengajak untuk mengamalkan semangat perjuangan R.A. Kartini, khususnya terkait dengan jiwa independen melalui keberanian berpikir kritis dan menentang keterbatasan sosial budaya. Semangat ini juga relevan dalam mendorong perempuan untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan pariwisata nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Plt. Direktur Utama, Yusuf Hartanto menyatakan dalam konteks pariwisata, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam pengembangan destinasi yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing, di mana perempuan memiliki peran yang semakin signifikan baik sebagai pelaku industri maupun penggerak komunitas lokal.

“Dengan adanya kegiatan ini dapat memperkuat sektor pariwisata sebagai ruang strategis dalam menyuarakan nilai-nilai kesetaraan, pemberdayaan perempuan, serta pembangunan karakter bangsa berbasis integritas”, ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini yang hadir secara daring menyampaikan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Rini menegaskan bahwa tanpa integritas, kebijakan yang baik dapat kehilangan legitimasi, dan tanpa kepercayaan publik, institusi negara akan sulit menjalankan perannya secara efektif.
Deputi Bidang Kesetaraan Gender, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Amurwani Dwi Lestariningsih yang turut hadir secara daring menyampaikan bahwa perempuan masih menghadapi berbagai tantangan di ruang publik, termasuk dalam sektor-sektor strategis seperti diskriminasi, stereotip gender, serta hambatan struktural dalam memperoleh posisi strategis dan pengakuan yang setara.
“Untuk mengatasi tantangan tersebut, perempuan perlu bersikap tegas dan jujur dalam meraih cita-cita, sambil tetap menjaga nilai etika dan integritas”, tambahnya.

Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan talkshow yang menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif, antara lain putri penulis buku biografi Kartini, Myrtha Soeroto, Plh. Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, dr. Martha Muliana, Anggota Komisi V DPR RI, Harmusa Oktaviani, serta Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin.
Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid, dihadiri oleh 220 peserta secara luring dan sekitar 4.500 peserta secara daring yang berasal dari Kementerian/Lembaga, anggota DPR RI dan DPD RI, pelaku industri jasa keuangan, akademisi, tokoh perempuan, serta mahasiswa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, Forkopimda Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Rembang, serta perwakilan lembaga jasa keuangan dan akademisi.
Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Borobudur
