Wonosobo, 21 Juni 2026 – Ajang lari lintas alam bergengsi Dieng Caldera Race (DCR) 2026 kembali sukses diselenggarakan di kawasan perkebunan teh Tea Tambi Resort, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada 19–21 Juni 2026. Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, event sport tourism skala internasional ini berhasil menyedot perhatian ribuan pelari dari berbagai penjuru Indonesia hingga mancanegara. Selain menyajikan tantangan fisik di tengah panorama alam Dieng yang memukau, ajang ini terbukti efektif menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus strategi promosi pariwisata yang solid di kawasan pariwisata super prioritas.

Penyelenggaraan Dieng Caldera Race 2026 mempertegas komitmen daerah dalam mengembangkan wisata berbasis olahraga (sport tourism). Dengan rute yang melintasi lereng-lereng gunung dan perkebunan teh legendaris, ajang ini tidak sekadar menjadi kompetisi fisik, melainkan juga sebuah platform strategis yang meWakil-Menteri-Pariwisata-Ni-Luh-Puspa-memberikan-sambutan-di-Dieng-Caldera-Race-2026ngintegrasikan pelestarian lingkungan, pengenalan budaya lokal, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi warga setempat. Peningkatan signifikan pada partisipasi pelari asing tahun ini menjadi indikator kuat bahwa daya tarik wisata alam Jawa Tengah kian kompetitif di panggung global.

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap konsistensi pelaksanaan event tahunan ini. Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, mengapresiasi tinggi sinergi yang terbangun dalam Dieng Caldera Race 2026. Beliau menekankan bahwa indikator keberhasilan sebuah kegiatan pariwisata tidak hanya dilihat dari aspek dokumentasi atau seremonial, melainkan dari dampak berganda (multiplier effect) yang dirasakan langsung oleh ekosistem ekonomi lokal.

“Setiap kali DCR diselenggarakan, tingkat hunian penginapan meningkat bahkan penuh. Saat ini juga mulai banyak investasi yang masuk terkait pembangunan hotel dan akomodasi di Wonosobo. Ini menunjukkan bahwa event pariwisata mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujar Ni Luh Puspa saat memberikan keterangan resminya.

Lebih lanjut, Ni Luh Puspa menyoroti lonjakan kunjungan dari segmen pelari internasional pada edisi 2026 ini. Menurutnya, ketertarikan pelari asing membuktikan bahwa lanskap alam dan keunikan geografis Dataran Tinggi Dieng memiliki nilai jual tinggi di pasar dunia. Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk terus memperluas jaringan promosi serta memperkuat kolaborasi lintas sektor bersama Pemerintah Kabupaten Wonosobo demi mengemas potensi agrowisata dan wisata budaya lokal agar semakin dikenal luas.

Pemandangan-lanskap-alam-gunung-Dieng-pada-rute-lari-Dieng-Caldera-Race

Senada dengan hal tersebut, jajaran panitia pelaksana mencatat adanya pergeseran tren demografi peserta yang sangat positif. Event Director DCR 2026, Mahendratta Sambodho, mengungkapkan bahwa meskipun secara akumulatif jumlah total peserta mengalami sedikit penyesuaian dari tahun sebelumnya, persentase keterlibatan pelari luar negeri justru melonjak tajam. Hal ini mengukuhkan status DCR sebagai salah satu agenda trail running yang paling diincar oleh komunitas pelari internasional.

“Selamat datang di dataran tinggi Dieng yang sangat indah, sebuah kawasan yang tidak hanya menyuguhkan keindahan alam yang luar biasa, tetapi juga menyimpan kekayaan budaya, sejarah, dan keramahan masyarakat yang menjadi kebanggaan kita bersama. DCR bukan sekadar kompetisi trail running, tetapi juga memiliki komitmen untuk mendukung kemajuan pariwisata daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Mahendratta.

Baca Juga : Wamenpar Tinjau Kesiapan Dieng dalam Menyambut Libur Sekolah

Mahendratta juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang mendukung keberhasilan acara ini, mulai dari Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB), jajaran Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, PT Perkebunan Tambi, hingga para sponsor dan warga lokal. Ia pun berpesan kepada seluruh pelari untuk terus menjaga sportivitas yang tinggi, menomorsatukan aspek keselamatan di jalur ekstrem, serta aktif menjaga kebersihan ekosistem alam selama perlombaan berlangsung.

Kepala-Divisi-Pemasaran-BPOB-Ricky-Harris-Fadillah-bersama-panitia-DCR-2026

Dukungan penuh terhadap keberlanjutan kegiatan ini juga ditegaskan oleh Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) sebagai lembaga yang mengawal pengembangan kawasan pariwisata terintegrasi. Kepala Divisi Pemasaran Pariwisata Nusantara BPOB, Ricky Harris Fadillah, menyatakan bahwa pihaknya telah mengawal dan mendampingi penyelenggaraan DCR sejak tahun pertama. Evaluasi berkala menunjukkan adanya peningkatan mutu organisasi dan perluasan dampak promosi pariwisata yang sangat terukur di setiap edisinya.

“Peningkatan jumlah peserta internasional menunjukkan bahwa Wonosobo memiliki daya tarik wisata yang luar biasa. Kami berharap kegiatan ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat posisi Wonosobo sebagai destinasi wisata unggulan,” kata Ricky Harris Fadillah optimis.

Dari sisi pemerintah daerah, momentum ini dimanfaatkan secara optimal untuk menggerakkan seluruh lini sektor pariwisata daerah. Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Drs. Mohamad Kristijadi, M.Si., menjelaskan bahwa Dieng Caldera Race kini telah resmi menjelma menjadi salah satu agenda rutin utama yang sangat membanggakan daerah. Event ini dinilai sangat koheren dengan rencana jangka panjang pemda dalam memperkuat posisi Wonosobo sebagai kiblat pariwisata olahraga nasional.

Pemandangan-lanskap-alam-gunung-Dieng-pada-rute-lari-Dieng-Caldera-Race

Lebih istimewa lagi, penyelenggaraan DCR tahun ini disisipkan ke dalam kalender perayaan daerah yang bernilai historis. Drs. Mohamad Kristijadi, M.Si. memaparkan bahwa rute yang dilalui para pelari sengaja dirancang sedemikian rupa untuk melintasi titik-titik ikonik Kabupaten Wonosobo, mulai dari hamparan hijau perkebunan teh Tambi, wilayah pertanian berundak khas dataran tinggi, hingga titik pandang panorama pegunungan yang menakjubkan. Jalur-jalur ini diharapkan mampu memberikan impresi mendalam bagi para peserta. Terlebih, kegiatan berskala besar ini juga didedikasikan sebagai bagian dari kemeriahan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo yang ke-201.

Melalui sinergi solid yang terjalin antara kementerian, pemerintah daerah, badan otoritas, pihak swasta, hingga komunitas pelari dan masyarakat adat, Dieng Caldera Race 2026 diharapkan terus berevolusi menjadi sebuah iconic event yang berkelanjutan. Langkah taktis ini diyakini mampu mengakselerasi angka kunjungan wisatawan pascapandemi, memperkokoh fondasi ekonomi kreatif mikro, serta menggaungkan pesona keasrian alam dan luhurnya kebudayaan Wonosobo ke tingkat internasional.

Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Borobudur

Klik, follow & subscribe website & medsos kami👇🏻

Website https://bob.kemenpar.go.id/
Instagram @boborobudur
Twitter/X @BOBorobudur
Tiktok @boborobudur
Facebook Badan Otorita Borobudur
Youtube BOBorobudur

By Published On: Minggu, 21 Juni 2026Views: 17

Share This Story, Choose Your Platform!