Klaten, 2 Agustus 2026 — Semangat pelestarian sejarah dan peradaban Nusantara kembali bergemuruh di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Pemerintah Desa Kahuman bersama masyarakat setempat menggelar acara akbar bertajuk peluncuran (launching) Sendratari Manusuk Sima Upit yang dipusatkan di halaman Balai Desa Kahuman, Kecamatan Ngawen. Perhelatan megah ini diselenggarakan secara terpadu untuk memperingati Hari Jadi ke-1160 Desa Kahuman, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, serta Hari Pahlawan ke-222.

Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh ribuan warga serta jajaran pejabat tinggi negara dan daerah. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Klaten, Bapak Hamenang Wajar Ismoyo, S.E., Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, Bapak Wahyu Kristanto, Guru Besar Arkeologi UGM, Profesor Timbul Haryono, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Klaten, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, serta perwakilan Kementerian Pariwisata yang diwakili oleh Direktur Utama Badan Otorita Borobudur, Bapak Yusuf Hartanto.

Rangkaian kegiatan hari itu dimulai sejak pagi hari melalui agenda jalan sehat yang diikuti oleh kurang lebih 1.500 warga Desa Kahuman. Selepas berjalan sehat, ribuan warga menikmati sarapan bersama dengan menu tradisional nasi gudangan yang diproduksi langsung oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal Desa Kahuman. Puncak kemeriahan terjadi pada malam harinya dengan pementasan pergelaran seni utama yang melibatkan sekitar 40 penari dan 20 pengrawit lokal.

Penampilan para penari lokal di atas panggung terbuka membawakan pementasan seni tradisional di Kabupaten Klaten

Sendratari Manusuk Sima Upit diangkat berdasarkan kisah historis Prasasti Upit (atau Prasasti Yupit) yang dikeluarkan pada masa pemerintahan Raja Rakai Kayuwangi dari Kerajaan Medang periode Mataram Kuno. Prasasti berbentuk batu lingga semu berangka tahun 788 Saka atau bertepatan dengan 11 November 866 Masehi ini menetapkan wilayah Upit sebagai desa perdikan (sima) yang memiliki otonomi khusus dan bebas pajak sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas serta jasa warga dalam membantu kerajaan.

Perwakilan Kementerian Pariwisata sekaligus Plt. Direktur Utama Badan Otorita Borobudur, Bapak Yusuf Hartanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi masyarakat Desa Kahuman dalam merawat warisan leluhur. Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih dan juga dukungan dari Wakil Menteri Pariwisata, Ibu Ni Luh Puspa.

“Kementerian Pariwisata mengapresiasi serta memberikan dukungan penuh terhadap seluruh kegiatan seni budaya dan pariwisata di seluruh penjuru tanah air, termasuk di Kabupaten Klaten ini. Kami sangat mengapresiasi Desa Kahuman yang secara konsisten mengangkat kembali nilai-nilai sejarah Prasasti Upit melalui pergelaran Sendratari Manusuk Sima Upit,” ujar Bapak Yusuf Hartanto.

Sesi foto bersama para pejabat tinggi, tamu undangan, seniman, dan pemuda desa seusai peluncuran sendratari

Beliau menambahkan bahwa inisiatif kreatif berbasis budaya lokal semacam ini bukan hanya sekadar sarana pelestarian warisan leluhur dan penguatan nilai persatuan, tetapi juga menjadi instrumen penggerak ekonomi kerakyatan yang efektif melalui pemberdayaan sektor pariwisata dan UMKM lokal.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Klaten, Bapak Hamenang Wajar Ismoyo, S.E., menegaskan bahwa momentum Hari Jadi ke-1160 Desa Kahuman harus dijadikan sebagai tonggak kebangkitan identitas budaya daerah.

“Desa Kahuman memiliki rekam jejak historis yang sangat luar biasa sebagai salah satu permukiman tertua di Nusantara yang tercatat secara legal dalam prasasti. Dengan adanya peluncuran Sendratari Manusuk Sima Upit ini, kami berharap masyarakat Klaten semakin bangga dengan akar budaya sendiri serta mampu mendongkrak daya tarik kunjungan wisata,” ungkap Hamenang Wajar Ismoyo.

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, Bapak Wahyu Kristanto, menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam merawat situs-situs sejarah peninggalan Mataram Kuno.

“Pelestarian cagar budaya tidak akan berjalan optimal tanpa keterlibatan aktif masyarakat. Apa yang dilakukan oleh warga Desa Kahuman melalui adaptasi kisah sejarah ke dalam bentuk seni pertunjukan tari adalah teladan nyata bagaimana sebuah peradaban masa lalu dihidupkan kembali untuk menginspirasi generasi masa kini,” tutur Wahyu Kristanto.

Melalui pergelaran ini, Desa Kahuman yang telah ditetapkan sebagai Desa Wisata Rintisan melalui Keputusan Kepala Disbudporapar Kabupaten Klaten diharapkan mampu semakin dikenal luas oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Pemerintah dan masyarakat berkomitmen menjadikan seni dan budaya sebagai fondasi utama pembangunan pariwisata yang berkelanjutan, kreatif, serta menyejahterakan masyarakat lokal.

Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Borobudur

Klik, follow & subscribe website & medsos kami👇🏻

Website https://bob.kemenpar.go.id
Instagram @boborobudur
Twitter/X @BOBorobudur
Tiktok @boborobudur
Facebook Badan Otorita Borobudur
Youtube BOBorobudur

By Published On: Minggu, 2 Agustus 2026Views: 15

Share This Story, Choose Your Platform!