Purworejo, 12 Agustus 2026 — Pengembangan infrastruktur dasar di Kawasan Otoritatif Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) kini memasuki babak baru. Dalam kunjungan lapangan dan diskusi strategis bersama World Bank serta berbagai kementerian/lembaga terkait pada 10 Agustus 2026 di De Loano Glamping, langkah nyata diambil untuk memastikan kesiapan dan kelayakan kawasan sebelum memasuki tahap appraisal program Sustainable and Quality Tourism Development Program (SQTDP).

Pertemuan ini menjadi momen krusial untuk menyelaraskan visi pemerintah pusat dan mitra internasional dalam membangun destinasi pariwisata yang berkualitas. Pembahasan melibatkan perwakilan dari World Bank, Kementerian Pariwisata, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pekerjaan Umum, serta jajaran Badan Pelaksana Otorita Borobudur.

Empat Pilar Infrastruktur Strategis

Plt. Dirut BPOB Yusuf Hartanto memberikan paparan.

Plt. Direktur Utama BPOB, Yusuf Hartanto, menegaskan bahwa pengajuan empat program infrastruktur dasar ini sangat krusial untuk percepatan kawasan. “Untuk mempercepat pengembangan kawasan Borobudur Highland, BPOB mengusulkan empat program prioritas infrastruktur dasar. Seluruh usulan ini telah melalui tahapan verifikasi teknis bersama Kementerian PUPR pada tahun 2024, mencakup kesiapan Detail Engineering Design (DED), Readiness Criteria, serta dokumen lingkungan,” ujar Yusuf Hartanto.

Program tersebut meliputi peningkatan akses jalan koridor Pasar Plono hingga Nglinggo/Bukit Ngisis sepanjang 2,47 kilometer, pembangunan jembatan akses utama sepanjang 53,5 meter, pengembangan jaringan jalan internal sepanjang 7 kilometer, serta sistem penyediaan air bersih.

Menanggapi proposal tersebut, perwakilan World Bank memberikan apresiasi terhadap kesiapan teknis BPOB. “Penetapan skala prioritas menjadi kunci. Kami menyarankan pemilihan subproyek dengan dampak tinggi yang dapat menghasilkan quick wins. Hal ini penting agar pembangunan infrastruktur dasar tidak hanya mendongkrak operasional kawasan, tetapi juga memperkuat integrasi ekonomi masyarakat lokal secara nyata,” ungkap perwakilan tim teknis World Bank dalam forum diskusi tersebut.

Sinergi Pembangunan dan Investasi

Pengembangan Borobudur Highland diproyeksikan mampu menarik investasi hingga Rp1,5 triliun. Yusuf Hartanto menambahkan bahwa ketersediaan aksesibilitas fisik, pasokan air bersih, dan jaringan listrik menjadi prasyarat utama yang dinantikan oleh para investor potensial. “Saat ini, kegiatan ekonomi yang berjalan baru didukung oleh investasi skala mikro di bawah Rp2 miliar serta kolaborasi dengan pelaku wisata desa. Dengan infrastruktur yang matang, kita siap menaikkan kelas investasi menuju skala makro,” tambahnya.

Selaras dengan hal tersebut, Kementerian PPN/Bappenas menekankan urgensi sinkronisasi perencanaan. “Kita harus memastikan pengembangan kawasan selaras dengan dokumen perencanaan nasional, termasuk RPJPN, RPJMN, dan RKP. Kawasan Otoritatif BPOB merupakan usulan sentral dalam kerangka Perpres Nomor 88 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIDPN) Borobudur-Yogyakarta-Prambanan,” ujar perwakilan dari Kementerian PPN/Bappenas.

Integrasi infrastruktur ini diharapkan dapat menciptakan dampak ekonomi luas bagi kawasan penyangga Gelang Projo (Magelang, Kulon Progo, dan Purworejo). Fokus utamanya mencakup penguatan rantai pasok komoditas lokal dan perluasan akses layanan dasar bagi masyarakat di kawasan perbukitan Menoreh.

Menuju Destinasi Pariwisata Berkelanjutan

Melalui proses penilaian dan persiapan appraisal ini, pengembangan infrastruktur Borobudur Highland diarahkan untuk membangun kawasan yang lebih terhubung dan berkelanjutan. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu meminimalkan hambatan pembangunan fisik di masa depan.

Tahapan selanjutnya akan menjadi bagian integral dari proses penyiapan program SQTDP dan pembahasan lintas kementerian/lembaga. Dengan komitmen kuat dari pemerintah dan dukungan World Bank, Borobudur Highland diharapkan segera bertransformasi menjadi magnet investasi sekaligus destinasi pariwisata kelas dunia yang memberikan manfaat nyata bagi ekonomi lokal.

 

Divisi Komunikasi Publik

Badan Pelaksana Otorita Borobudur

Klik, follow & subscribe website & medsos kami👇🏻

Website https://bob.kemenpar.go.id/

Instagram @boborobudur

Twitter/X @BOBorobudur

Tiktok @boborobudur

Facebook Badan Otorita Borobudur

Youtube BOBorobudur

By Published On: Rabu, 12 Agustus 2026Views: 49

Share This Story, Choose Your Platform!