Yogyakarta, 6 November 2026 – Kementerian Pariwisata mendukung penyelenggaraan Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026 sebagai upaya memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi cultural wellness sekaligus mendorong pengembangan ekosistem pariwisata berbasis kesejahteraan yang berkelanjutan. Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, JCWF menjadi ruang kolaborasi bagi komunitas, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkenalkan kekayaan budaya serta potensi wellness Indonesia.

JCWF 2026 menghadirkan 92 program wellness dalam enam tema besar dengan melibatkan 97 komunitas dari 13 kota dan daerah. Partisipasi lintas komunitas dan wilayah tersebut mencerminkan semangat festival dalam membuka ruang keterlibatan yang lebih luas, mempertemukan beragam praktik wellness, serta membangun jejaring kolaborasi untuk mengembangkan industri wellness di Yogyakarta dan Indonesia.

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa menyampaikan bahwa konsistensi penyelenggaraan JCWF selama empat tahun menunjukkan kepedulian dan komitmen berbagai pihak di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mengembangkan sektor wellness melalui kolaborasi yang berkelanjutan.

Menurutnya, penyelenggaraan festival ini diharapkan dapat membangkitkan semangat baru di sektor pariwisata sekaligus menghadirkan momentum positif bagi pengembangan potensi wellness Indonesia.

“Melalui JCWF, kita berharap dapat semakin memperkokoh posisi Indonesia sebagai destinasi wellness kelas dunia. Jadikan festival ini sebagai momentum untuk semakin dekat dan mengenal kekayaan wellness Indonesia, yang tidak hanya mencakup kesehatan dan kebugaran, tetapi juga budaya, tradisi, alam, serta kearifan lokal yang kita miliki”, ujar Ni Luh Puspa.

Berlangsung pada 6–8 November 2026 di Loman Park Hotel Yogyakarta, JCWF 2026 mengusung tema “RECONNECT: Reconnecting People, Culture & Wellbeing”. Tema ini mengajak masyarakat untuk memaknai wellness secara lebih luas, tidak sekadar sebagai aktivitas perawatan diri, tetapi juga sebagai upaya membangun kembali keterhubungan antara manusia, budaya, lingkungan, dan kesejahteraan.

Selama tiga hari, pengunjung dapat menikmati berbagai pengalaman melalui lima experience zone, yaitu Mind & Body, Healing & Therapy, Nature Connection, Creative Expression, dan Culinary Wellness. Beragam aktivitas dihadirkan, mulai dari yoga, meditasi, lokakarya jamu, terapi seni, hingga forum Pentahelix yang menjadi wadah pertukaran gagasan dan penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan.

Melalui semangat reconnect, JCWF 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk menikmati berbagai pengalaman wellness, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem yang inklusif dan kolaboratif. Penguatan jejaring antarkomunitas dan pelaku industri diharapkan dapat membuka peluang pengembangan produk serta pengalaman wisata wellness yang semakin beragam dan berdaya saing, sekaligus memperluas kolaborasi di tingkat global.

Dengan memadukan kekayaan budaya, tradisi, alam, dan kearifan lokal, Yogyakarta memiliki potensi besar untuk menghadirkan pengalaman cultural wellness yang autentik. Penyelenggaraan JCWF diharapkan semakin memperkuat daya tarik Yogyakarta sekaligus memperkenalkan kekayaan wellness Indonesia kepada pasar yang lebih luas sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

 

Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Borobudur

 

Klik, follow & subscribe website & medsos kami👇🏻

Website https://bob.kemenpar.go.id/
Instagram @boborobudur
Twitter/X @BOBorobudur
Tiktok @boborobudur
Facebook Badan Otorita Borobudur

By Published On: Jumat, 6 November 2026Views: 70

Share This Story, Choose Your Platform!