Purworejo, 14 Juli 2026 – Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) secara resmi menggelar agenda strategis bertajuk Sosialisasi Safety dan Security di Zona Otorita Borobudur dan Desa Penyangga. Acara ini diselenggarakan di DeLoano Glamping, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Selasa (14/7/2026). Langkah ini diambil sebagai komitmen nyata dalam meningkatkan kesiapsiagaan para pengelola destinasi wisata serta masyarakat setempat guna menciptakan kawasan wisata yang aman, nyaman, dan tangguh terhadap potensi bencana.

Kegiatan krusial ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor. Di antaranya adalah Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulon Progo Setiawan Tri Widada, perwakilan BPBD Kabupaten Magelang, BPBD Kabupaten Purworejo, PMI Kabupaten Purworejo, PMI Kabupaten Magelang, serta PMI Kabupaten Kulon Progo. Turut hadir pula jajaran aparat keamanan seperti Kapolsek Samigaluh dan Danramil Samigaluh, perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang dan Kulon Progo, hingga para kepala desa serta pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari desa-desa penyangga di sekitar kawasan Borobudur Highland.

Kawasan Perbukitan Menoreh, yang menjadi lokasi pengembangan Borobudur Highland, memiliki daya tarik alam yang luar biasa namun di sisi lain menyimpan karakteristik geografis yang menuntut kewaspadaan tinggi. Potensi ancaman bencana alam maupun nonalam di wilayah ini memerlukan penanganan yang terintegrasi dan preventif agar tidak merugikan industri pariwisata yang sedang menggeliat.

Komitmen Keselamatan Wisatawan sebagai Prioritas Utama

Direktur Destinasi BPOB, Neysa Amelia, dalam sambutan pembukaannya menegaskan bahwa aspek keselamatan dan keamanan bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan pondasi utama dalam membangun dan mengembangkan destinasi wisata yang berkelanjutan. Menurutnya, reputasi sebuah destinasi kelas dunia sangat dipertaruhkan pada bagaimana pengelola mampu memberikan jaminan rasa aman kepada setiap pengunjung yang datang.

“Kita tidak akan pernah tahu kapan akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Hari ini kami mengajak masyarakat dari desa sekitar karena kami merasa kawasan ini perlu kita jaga bersama-sama. Keselamatan itu penting agar kita dan wisatawan tetap aman,” ujar Neysa Amelia dalam sambutannya.

Direktur Destinasi BPOB Neysa Amelia memberikan sambutan dalam Sosialisasi Safety dan Security BPOB di DeLoano Glamping Purworejo.

Neysa menambahkan bahwa pemahaman mengenai mitigasi risiko harus dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang berinteraksi langsung dengan wisatawan. Ia berharap materi yang disampaikan oleh para pakar dalam sosialisasi ini dapat menjadi bekal berharga bagi pengelola destinasi dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan wisata yang aman.

Pergeseran Tren Pariwisata Global Menuju Aspek Keamanan

Pandangan mendalam mengenai dinamika industri pariwisata saat ini juga disampaikan oleh perwakilan dari pemerintah daerah. Kebutuhan pasar wisatawan pascapandemi telah mengalami pergeseran paradigma yang cukup signifikan, di mana unsur kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan tujuan perjalanan.

Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih, menjelaskan bahwa tren pariwisata saat ini telah bergeser secara masif. Wisatawan tidak lagi sekadar mencari tempat yang menarik atau sekadar instagramable untuk berfoto, tetapi mereka lebih mengutamakan substansi pengalaman, ketenangan jiwa, serta jaminan keamanan yang pasti selama menghabiskan waktu berwisata.

“Dengan adanya kegiatan hari ini kita bisa lebih mendalami apa yang kita butuhkan dan apa yang harus kita lakukan. Ini juga menjadi kesempatan berdiskusi dengan peserta lainnya untuk bersama-sama mengembangkan wisata di daerah masing-masing,” ungkap Dyah Woro Setyaningsih.

Lebih lanjut, Dyah menekankan bahwa desa wisata memiliki peran yang sangat vital dalam menopang perekonomian masyarakat lokal. Oleh karena itu, pengelola destinasi di tingkat desa perlu memastikan tersedianya infrastruktur yang aman, aksesibilitas yang nyaman, serta pemanfaatan digitalisasi untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus sistem manajemen krisis yang responsif terhadap kebutuhan wisatawan.

Penerapan Sistem Manajemen Pengamanan dan Mitigasi Bencana

Memasuki sesi pemaparan materi, jalannya sosialisasi dibagi ke dalam beberapa sesi fokus yang menghadirkan para ahli di bidangnya. Sesi pertama menghadirkan Kasubdit Audit Ditpamobvit Polda DIY, AKBP Susyanto, yang memaparkan secara komprehensif mengenai pentingnya penerapan sistem manajemen pengamanan di destinasi wisata sesuai standar kepolisian.

AKBP Susyanto menjelaskan bahwa setiap pengelola destinasi wajib hukumnya untuk melakukan risk assessment atau penilaian risiko secara berkala sebagai langkah awal untuk mengidentifikasi potensi ancaman keamanan.

“Penilaian risiko yang terukur adalah kunci. Melalui penilaian risiko ini, pengelola destinasi dapat mencegah kerugian yang lebih besar, melindungi aset fisik maupun nonfisik, meminimalkan risiko hukum akibat kelalaian, serta secara signifikan meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi yang dikelola,” jelas AKBP Susyanto saat memaparkan materinya di hadapan peserta.

Materi berikutnya beralih pada aspek kebencanaan yang disampaikan langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Setiawan Tri Widada. Ia membedah secara detail mengenai identifikasi potensi ancaman bencana yang spesifik di kawasan wisata Perbukitan Menoreh. Wilayah pegunungan yang mencakup area Samigaluh, Girimulyo, Kokap, Kalibawang, dan sebagian Pengasih diidentifikasi memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, seperti tanah longsor di musim hujan, kekeringan di musim kemarau, serta ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Setiawan mendorong para pengelola destinasi untuk segera menyiapkan langkah mitigasi yang konkret. Langkah-langkah tersebut meliputi penyediaan jalur evakuasi yang jelas, pemasangan rambu peringatan bencana yang strategis, penentuan zona aman (assembly point), penyediaan perlengkapan keselamatan dasar seperti kotak P3K, hingga pembentukan sistem peringatan dini berbasis komunitas serta pemantauan cuaca ekstrem secara berkala melalui koordinasi dengan BMKG. Upaya ini dinilai sangat mendesak untuk meminimalkan risiko sekaligus memastikan keselamatan jiwa wisatawan saat berkunjung.

Baca Juga : Menghidupkan Sejarah dan Alam Menoreh, BPOB Perkenalkan Atraksi “Land and Legacy” di Borobudur Highland

Simulasi Praktis Penanganan Kondisi Darurat Medis

Sebagai pelengkap teoritis dan instrumen peningkatan keterampilan praktis, PMI Kabupaten Purworejo yang diwakili oleh tim instruktur berpengalaman, Yuli Haryono dan Putri Winda Lestari, memberikan demonstrasi penanganan pertama pada kondisi darurat (first aid). Sesi ini melibatkan interaksi aktif dari para peserta sosialisasi.

Tim PMI memperagakan teknik penanganan luka terbuka, pembidaian pada kasus patah tulang, hingga teknik evakuasi korban yang aman dari lokasi terjal. Simulasi ini sengaja dirancang untuk memberikan pemahaman praktis dan taktis kepada para peserta agar mereka memiliki kepercayaan diri serta kemampuan yang mumpuni untuk memberikan pertolongan pertama yang benar sebelum korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut dari pihak rumah sakit.

Melalui rangkaian kegiatan komprehensif ini, BPOB berharap dapat membangun kultur atau budaya sadar keselamatan yang mengakar kuat di kawasan Borobudur Highland dan seluruh desa-desa penyangga di sekitarnya. Sinergi dan kolaborasi yang solid antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga penanggulangan bencana, tenaga kesehatan, serta perwakilan masyarakat diyakini mampu mewujudkan destinasi wisata yang tidak hanya menawan secara visual, tetapi juga tangguh, aman, nyaman, dan siap menghadapi berbagai potensi risiko. Upaya kolektif ini diharapkan dapat terus mendongkrak reputasi dan kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara terhadap kawasan Borobudur sebagai destinasi pariwisata super prioritas yang berkelas dunia.

 

Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Borobudur

 

Klik, follow & subscribe website & medsos kami👇🏻

Website https://bob.kemenpar.go.id/
Instagram @boborobudur
Twitter/X @BOBorobudur
Tiktok @boborobudur
Facebook Badan Otorita Borobudur
Youtube BOBorobudur

By Published On: Selasa, 14 Juli 2026Views: 13

Share This Story, Choose Your Platform!